KATAM Soroti IUP PT Cetara Bangun Persada

  • Whatsapp
Koordinator KATAM, Muhlis Ibrahim

TERNATE,HR – Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Cetara Bangun Persada yang dikeluarkan Kementerian ESDM kembali disorot oleh Konsorium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara. Buktinya, IUP dengan Nomor: 06/1/IUP/PMDN/2024 merupakan IUP misterius.

“IUP ini lahir dari mekanisme yang mana? Apakah mekanisme pelelangan atau melewati mekanisme pengaktifan kembali, karena IUP tersebut telah mati beberapa puluhan tahun silam,” kata Koordinator KATAM, Muhlis Ibrahim, Sabtu (04/05/2024).

Menurutnya, Kementerian ESDM pada tahun 2023, memang telah melakukan pelelalangan atas tiga blok Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), diantaranya WIUP blok Pumlanga dan Foli di Kabupaten Halmahera Timur, serta WIUP blok Lelilef Sawai di Kabupaten Halmahera Tengah. Kemudian, PT Cetara Bangun Persada, kata Muhlis, tidak masuk dalam pemenang lelang yang dipublikasi oleh Kementrian ESDM.

Dikatakannya, jika IUP diaktifkan melalui mekanisme Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN), maka nomor, tanggal, dan tahun IUP harus sesuai dengan nomor, tanggal dan tahun sebelumnya, atau di mana IUP itu dikeluarkan.

Muhlis menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat, perlu adanya kejelasan kepada publik. Karena dari hasil investigasi sementara, ada indikasi kecurangan atau rekayasa dokumen untuk menerbitkan IUP tambang nikel yang beroperasi di wilayah Halmahera Tengah itu.

“Kami hanya memastikan tidak ada IUP ilegal atau IUP bodong yang beraktivitas di Maluku Utara, karena itu juga tentu sangat nerugikan daerah,” tegasnya.

Tak hanya itu, per tanggal 13 Oktober 2023 IUP di Halmahera Tengah berjumlah 47 IUP. PT Cetara Persada beroperasi di Halteng dengan luas lahan sekitar 10 hektar. SK yang diterbitkan oleh Kementerian ESDM itu berlaku mulai 04 Februari 2024 sampai dengan 12 Juni 2030. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.