Buka Puasa Bersama, Rektor Unkhair Ajak Sivitas Akademika Perkuat Silaturahmi

  • Whatsapp

Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai buka puasa bersama yang berlangsung dalam momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kesempatan itu, Prof. Abdullah mengajak sivitas akademika memperkuat ukhuwah dan kebersamaan melalui kegiatan buka puasa bersama.

Bacaan Lainnya

Buka puasa bersama mengusung tema “Ramadhan sebagai Momentum Membersihkan Hati dan Menguatkan Silaturahmi Sivitas Akademika,” dihadiri dosen, tenaga kependidikan (tendik), mahasiswa, serta Dharma Wanita Persatun (DWP) Unkhair.

Tema itu dipandang relevan dengan dinamika kehidupan organisasi di lingkungan kampus, yang kerap diwarnai perbedaan pandangan dan ritme kerja yang beragam.

Prof. Abdullah, menyatakan momentum Ramadan semestinya dimaknai sebagai kesempatan untuk menjernihkan hati, serta memperkuat persaudaraan di lingkungan akademik.

“Buka puasa bersama ini menjadi momentum yang baik untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kebersamaan di antara kita semua,” ujarnya.

Menurut Rektor, perguruan tinggi tidak hanya bertugas membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter, integritas, dan nilai-nilai spiritual sivitas akademika.

Karena itu, sambung Prof. Abdullah Ramadan menjadi ruang refleksi untuk memperbaiki diri sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun kampus.

Prof. Abdullah, juga mengajak seluruh unsur di lingkungan Universitas Khairun untuk terus menjaga harmoni dan memperkuat semangat kolaborasi.

Menurutnya, kemajuan universitas hanya dapat dicapai apabila seluruh sivitas akademika bekerja dengan hati yang bersih, niat yang tulus, serta semangat memberikan kontribusi terbaik bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan daerah.

Sementara itu, tausiyah disampaikan oleh Ustadz H. Ridwan Husen, Lc., M.Pd.I. Ia mengawali ceramahnya dengan nada ringan. Dalam ceramahnya, ia menyinggung pentingnya membersihkan hati di hadapan sivitas akademika Universitas Khairun.

“Karena saya merasa berbicara di hadapan orang-orang baik semua, di bulan yang baik pula. Namanya juga Khairun, yang berarti baik,” katanya, disambut senyum hadirin.

Ustadz H. Ridwan, menekankan pentingnya menjaga kebersihan hati dalam kehidupan seorang mukmin.

Ia mengutip ayat Al-Qur’an, Surah Asy-Syu’ara ayat 88–89 yang menegaskan bahwa pada hari kiamat kelak, harta dan anak tidak lagi bermanfaat, kecuali bagi mereka yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.

“Hati yang bersih itu tidak main-main. Itulah kualitas manusia yang sebenarnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Al-Qur’an juga menggambarkan ciri orang beriman sebagai mereka yang hatinya bergetar ketika nama Allah disebutkan.

Karena itu, tambah Ustadz H. Ridwan Husen, Ramadan menjadi momentum penting untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, sekaligus mempererat silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk di lingkungan Universitas Khairun.

Melalui kegiatan buka puasa bersama tersebut, ia berharap kebersamaan yang terbangun selama Ramadan dapat memperkuat solidaritas sivitas akademika dalam membangun universitas yang lebih maju dan berdampak bagi masyarakat.(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *