Bukber Civitas Akademika FH Unkhair, Dekan Tekankan Disiplin dan Integritas

  • Whatsapp

TERNATE,HR—Civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Khairun (FH-Unkhair) menggelar buka puasa bersama, di Ruang Lobby Lantai 1 Gedung A Dekanat FH, Kampus II, Ternate, Rabu (4/3/2026).

Bukber berlangsung penuh keakraban dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Jamal H. Arsad, SH., MH, Direktur Pascasarjana Unkhair, Dr. Abdul Gaus, ST., MT., IPM., ASEAN Eng, serta jajaran dosen, tenaga kependidikan (Tendik), dan mahasiswa Fakultas Hukum.

Bacaan Lainnya

Dekan Fakultas Hukum Unkhair, Dr. Sultan Alwan, SH.,MH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban spiritual umat Muslim, tapi memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di lingkungan Fakultas Hukum.

“Ibadah puasa, sebagai salah satu kewajiban umat Muslim, secara filosofis memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai yang kita pelajari dan junjung tinggi di Fakultas Hukum, terutama dalam upaya mewujudkan keadilan, kedisiplinan, dan integritas,” ujarnya.

Dr. Sultan Alwan menyebutkan, puasa melatih kedisiplinan sejak pagi hingga tiba waktu berbuka. Menurutnya, lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga, puasa juga mengajarkan kejujuran serta integritas yang tinggi, karena hanya diri sendiri dan Allah SWT, yang mengetahui apakah seseorang benar-benar menjalankannya.

“Di sinilah letak nilai integritas dan kejujuran. Bidang hukum pun demikian, kita dituntut untuk menjadikan kejujuran dan integritas sebagai pilar utama dalam penegakan hukum di Indonesia,” jelasnya.

Integritas dan kejujuran, kata Dr. Sultan Alwan, menjadi fondasi penting bagi civitas akademika Fakultas Hukum dalam menjalankan perannya sebagai bagian dari pilar penegakan hukum.

Dr. Sultan Alwan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pimpinan universitas serta seluruh undangan yang telah meluangkan waktu menghadiri buka puasa bersama.

“Momentum ini sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi, menyamakan pikiran, serta memperkuat komitmen bersama demi kemajuan Universitas Khairun, khususnya Fakultas Hukum,” katanya, menutup sambutan.

Sementara itu, tausiah oleh Ustadz Dr. Hidayatussalam Sehan, SH., MH, mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur karena masih diberi kesehatan dan kesempatan bertemu Ramadan tahun ini.

“Alhamdulillah, kita kini berada di 10 hari kedua bulan suci Ramadan, fase maghfirah atau ampunan. Ini adalah rahmat Allah yang besar, sebab banyak saudara kita yang tahun lalu masih bersama, namun tahun ini telah dipanggil oleh Allah SWT,” tuturnya.

Ia mengutip Surah Al-Qasas ayat 68, ‘Wa rabbuka yakhluqu ma yasya’u wa yakhtar’, bahwa Allah menciptakan dan memilih waktu-waktu istimewa, termasuk bulan Ramadan sebagai pusaran kemuliaan dalam satu tahun.

Menurutnya, puasa merupakan ibadah yang sangat lekat dengan keikhlasan karena tidak dapat dipamerkan kepada orang lain. Ia juga menjelaskan hikmah penciptaan nafsu yang hanya dapat ditundukkan melalui lapar dan dahaga, sebagai makna mendalam dari puasa dalam mengendalikan hawa nafsu.

“Apabila datang bulan Ramadan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Artinya, pahala dilipatgandakan dan dosa-dosa diampuni bagi orang yang berpuasa dengan iman dan mengharap pahala,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh civitas akademika untuk memaksimalkan sisa Ramadan dengan memperbanyak amalan wajib dan sunnah, termasuk qiyamul lail seperti Tarawih, Tahajud, dan Witir.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *