Karyawan NHM Berdialog dengan Kemnaker RI, Dukung Kebijakan Efisiensi Perusahaan Hingga Mohon Dukungan Pemerintah untuk Pemulihan Perusahaan

  • Whatsapp

TOBELO, HR — Sekelompok karyawan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) yang dirumahkan mendatangi Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker RI) pada Rabu, 26 Maret 2025. Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi terkait kondisi perusahaan sekaligus mencari solusi terbaik demi masa depan mereka dan keberlanjutan operasional perusahaan.

Sarlis Papua, salah satu karyawan yang dirumahkan sejak 1 Maret 2025, dengan penuh kejujuran menceritakan dampak besar yang diberikan NHM pada hidupnya selama bekerja sejak tahun 2015. “Bekerja di NHM telah banyak membantu saya dan keluarga. Dari gaji saya, saya bisa membangun rumah, memiliki kendaraan, hingga menyekolahkan saudara saya sampai lulus perguruan tinggi. Semua itu berkat perusahaan ini,” ungkap Sarlis.

Namun, ia mengakui bahwa situasi yang dihadapi perusahaan saat ini sangat berat. Penurunan produksi selama dua tahun terakhir telah berdampak pada kondisi keuangan, yang memaksa manajemen untuk mengambil langkah efisiensi, termasuk merumahkan sebagian karyawan.
“Saya berharap ada solusi yang bisa mendukung kelangsungan perusahaan, agar operasional tambang segera normal kembali,” tambahnya.

Menyadari Kondisi Perusahaan Alimin Safi, karyawan Departemen Mill Ore Treatment, turut menyampaikan pandangannya. Ia menilai bahwa langkah efisiensi merupakan keputusan sulit tetapi penting untuk menjaga kelangsungan tambang. “Sebagai karyawan di lini produksi, saya tahu betul kondisi perusahaan. Jika efisiensi tidak dilakukan, umur tambang bisa terancam dan dampaknya akan dirasakan oleh semua pihak, termasuk masyarakat di sekitar tambang,” ujar Alimin.

Alimin juga menyarankan agar rekan-rekannya yang dirumahkan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan perusahaan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB). “Keluhan sebaiknya disampaikan melalui jalur yang benar, bukan dengan cara yang justru memperburuk situasi,” tegasnya.

Harapan kepada Pemerintah Dalam pertemuan tersebut, para karyawan juga meminta dukungan dan arahan dari pihak Kemnaker RI. Mereka berharap Pemerintah dapat membantu Perusahaan dalam mencari solusi keuangan dan operasional yang bisa memastikan tambang tetap berjalan dan membuka peluang bagi karyawan yang dirumahkan untuk kembali bekerja.
“Kami hanya ingin Perusahaan ini bertahan karena NHM bukan hanya tempat kami bekerja, tetapi juga kebanggaan masyarakat Maluku Utara. Kami berharap kebijakan efisiensi ini menjadi langkah penyelamatan, bukan akhir dari peluang kami,” kata Sarlis menutup pembicaraan (*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *