TERNATE, HR – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman kembali meresmikan ruang tunggu Pelabuhan Sultan Mudafar Syah dan Terminal Dufa – Dufa, Rabu (4/1/2023). Sebelumnya, Wali Kota meresmikan Terminal Gamalama dan Terminal Bastiong beberapa waktu lalu.
Sebelum dilakukan peresmian Wali Kota dan para Imam Masjid Kesultanan Ternate dan Masjid Heku melakukan tahlilan doa selamatan.
Sekertaris Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate, Mochtar Hasim menyampaikan, pembangunan ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dishub Tahun 2022, yang mana agenda rehabilitasi untuk Pelabuhan Sultan Mudafar Syah II serta ruang tunggu dan Terminal Dufa – Dufa ini telah dilaksanakan mulai tanggal 15 Juli 2022 dan bisa selesai selama 120 hari kalender sampai akhir November kemarin.
“DAK yang kami laksanakan dengan nilai sebesar Rp2,6 milyar lebih, yang mana item pelaksanaannya meliputi pelaksanaan pekerjaan penerangan dermaga itu selesai dengan pemasangan lima titik penerangan dermaga, pemasangan fender dermaga sebanyak tujuh buah, serta pengaspalan jalan untuk daerah terminal, serta rehabilitasi gedung terminal, ruang tunggu dan kantor pelabuhan. Seluruh item telah selesai sesuai kontrak dengan pihak ketiga,” ucapnya.
Mochtar berharap dengan selesai pembangunan dermaga dan terminal Dufa – Dufa, ini menjadi dermaga penghubung di Malut. Sehingga ini meningkatkan sektor ekonomi terutama sektor transportasi laut, maka Wali Kota setelah meresmikan ini akan menjadi sentral pengembangan potensi ekonomi yang nanti dimanfaatkan oleh warga Ternate dan warga Dufa – Dufa.
Wali Kota mengatakan, tahun 2022 lalu meresmikan terminal yaitu revitalasi terminal Bastiong dan peresmian ruang tunggu terminal Gamalama, serta dilakukan peresmian secara langsung atas tiga fasilitas utama terkait kepentingan masyarakat, tetapi pihaknya minta Pelabuhan Dufa – Dufa diminta untuk sendiri diresmikan, karena ada momen penting untuk pelabuhan sultan Mudaffar Syah II dan Terminal Dufa – Dufa.
Lanjutnya, ada permintaan khusus bagi warga Ternate Utara, agar perekonomian yang ada di Ternate ini harus terbagi rata, tidak hanya berada di tengah kota ataupun selatan, namun terbagi rata kearah Utara, dengan maksud supaya geliat ekonomi pun merata.
“Saya meminta KSOP melalui Kadishub Ternate agar operasional untuk bongkar muat sandar, tambat labuh itu dilakukan,” cetusnya.
Kata Tauhid, kapal yang berasal dari Halmahera bagian Utara yang masuk ke Ternate terminalnya adalah Pelabuhan Dufa – Dufa.
“Saya ingin agar ekonomi ini bisa terbagi rata, kita tidak mau pelabuhan ini hanya sekedar tempat untuk berjualan atau terminal bagi angkutan kota yang berasal dari selatan atau tengah ke Utara, tetapi geliat ekonomi bisa bangkit seperti daerah Gamalama, Pelabuhan A Yani dan Pelabuhan Bastiong,” ujarnya.
Disamping itu, ada hal yang memang harus dipenuhi. Oleh sebab itu, pihaknya meminta ke Kapten Alex Kepala KSOP Ternate agar dikaji juga hal – hal tekhnis.
“Saya bersih keras harus ada kapal besar untuk sandar disini dan disetujui. Kita juga akan melakukan perluasan sedikit di pelabuhan ini, agar kapal yang besar bisa labuh tambat, karena ini terbatas dan panjang hanya 70 meter, agar sandar dengan baik,” pungkasnya.(nty)