Lewat Jaringan Irigasi Wayamli, Petani Bisa Panen 3 Kali Setahun

  • Whatsapp

WAYAMLI,HR–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara tengah menyelesaikan pembangunan jaringan irigasi di Desa Wayamli Kecamatan Maba Tengah Kabupaten Halmahera Timur. Peningkatan kapasitas saluran irigasi yang bersumber dari Bendung Wayamli ini diproyeksikan dapat memenuhi layanan Daerah Irigasi (DI) lahan pertanian di Desa Bangul Wayamli seluas 2000 hektare (ha).

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Provinsi Maluku Utara, Saiful Amin, saat meninjau lokasi pembangunan jaringan irigasi di Desa Bangul Wayamli Kecamatan Maba Tengah Haltim

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Provinsi Maluku Utara, Saiful Amin, pembangunan jaringan irigasi merupakan program prioritas Dinas PUPR Malut dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan.

Jaringan Irigasi di Desa Bangul Wayamli Kecamatan Maba Tengah termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), sebagai dukungan program ketahanan pangan dan air.

“Pembangunan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat nyata, di mana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,”kata Saiful Amin kepada wartawan di lokasi pembangunan irigasi Trans Wayamli Maba Tengah, Minggu (08/08/2021).

Lewat pembangunan ini, petani yang biasa mengandalkan suplai air dari tadah hujan dapat terpenuhi melalui air irigasi berkelanjutan. Sehingga, intensitas tanam ada peningkatan dengan skala panen menjadi tiga kali dalam setahun.

Terdapat 3 pembangunan saluran jaringan irigasi wayamli yaitu, bagian kiri, kanan 1, 2, dan 3. Dan untuk sisi kiri progress fisik pembangunan sudah mencapai 100 pesen. Jaringan Irigasi kiri dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019 sebesar Rp 23 Miliyar. Pekerjaan yang dilaksanakan berupa saluran sepanjang 4 kilometer, terdiri dari primer, sekunder dan pembuang.

Sementara jaringan irigasi bagian kanan, baru dibangun tahun 2021 dan progress pekerjaannya baru mencapai 65 persen. Jarangan bagian kanan dibangun menggunakan DAK tahun 2020 sebesar Rp.10,4 Miliar. Pekerjaan yang dilaksanakan berupa saluran sepanjang 3 kilometer, terdiri dari primer, sekunder dan pembuang.

Untuk bagian tengah belum dikerjakan, karena baru tahap rencana dan akan dianggarkan pada tahun 2022.

“Untuk tahun 2020, Kementerian PUPR melakukan refocusing anggaran salah satunya pekerjaan jaringan irigasi di Transmigrasi Desa Bangul Wayamli,”jelasnya.

Dia menambahkan, ini merupakan proyek lanjutan dari Bendung Wayamli yang tuntas dibangun sejak Tahun 2017 lalu. Pembangunan Bendung Wayamli menghabiskan anggaran sebesar Rp 40 Miliyar lebih, yang bersumber dari DAK tahun 2016.

“Secara keseluruhan, biaya pembangunan dua paket jaringan irigasi Wayamli sebesar Rp 33 Miliyar lebih,”tandasnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Sri Makmur Desa Bangul Wayamli Kecamatan Maba Tengah Kabupaten Haltim, Gangser Widodo menuturkan, selama ini para petani mengalami kendala ketersediaan air untuk persawaan. Dan yang dilakukan penanaman Sawah tadah hujan.

“Sawah Tadah Hujan sistem pengairannya sangat mengandalkan curah hujan. Jenis sawah ini hanya menghasilkan di musim hujan, sehinggah dalam setahun hanya 1 kali panen,”katanya.

Dengan adanya program Strategis Nasional (PSN), sebagai dukungan program ketahanan pangan dan air di Wayamli, akan terjadi peningkatan panen.

“Ya dengan adanya ketersediaan air melalui pembangunan irigasi akan meningkatakan panen sampai 2 atau 3 kali dalam setahun, dan dipastikan kualitas hasilnya bagus karena ketersediaan air,”jelasnyaa.(asfa/adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *