Warga Dama ‘Puasa’ Listrik, Kepala PK Loloda Kepulauan Lebih Sering Berada di Luar Daerah

  • Whatsapp

TOBELO- Perusahaan Listrik negara (PLN) Desa Dama Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara, kembali dikeluhkan masyarakat setempat.

Keluhan tersebut datang dari salah satu warga desa Salube Ajis mengatakan bahwa beberapa bulan terakhir PLN Dama diduga memberikan pelayanan buruk ‘doyan’ padamkan listrik tak beraturan.

“Meski status PLN Dama status layanan listrik ditingkatkan menjadi menyala 24 jam. Namun status tersebut tidak sesuai kenyataan di lapangan bahkan pelayanan tidak maksimal,”ujar Ajis kepada halmaherapress, Minggu (22/03/2026).

Menurutnya, permasalahan tersebut akibat petugas dan operator PLN di lapangan tidak bekerja sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).

“Kalau petugas dan operator PLN bekerja sesuai SOP, tidak ada gangguan layanan listrik,”ungkapnya.

Dikatakannya, layanan PLN di Kecamatan Loloda Kepulauan yang dikelola UP3 Tobelo lemah karena dianggap kurangnya sosialisasi terkait masalah kelistrikan dan himbauan penyebab padaman ke masyarakat.

“Jadi apabila gangguan emergency seperti mesin rusak, petugas PLN lebih harus memperkuat lintas komunikasi antara UP3 Tobelo dan Kepala Kantor Pelayanan Kecamtan (KPK) Loloda Kepulauan,”pintanya.

Terkait permasalahan tersebut, warga mendesak kepala UP3 Tobelo Anton,  segera melakukan teguran keras kepada KPK Loloda Kepulauan Falen, harus profesional dalam menjalankan tugas.

“Kami kecewa KPK Loloda Kepulauan tidak bertanggung jawab karena lebih sering berada di luar daerah dibandingkan turun ke lapangan untuk menangani masalah listrik sering kali muncul, terutama saat terjadi pemadaman bergilir atau krisis listrik.,”tutupnya.

Diketahui, KPK Loloda Kepulauan membawahi tiga desa yakni, Desa Tobo-Tobo, Desa Dagasuli dan Desa Dama. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *