Peserta kini memasuki tahap persiapan menghadapi Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk bersaing masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) impian.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Khairun (Unkhair), Dr. Hasan Hamid, M.Si, menjelaskan bahwa dari sisi materi, UTBK SNBT 2026 terdiri dari dua komponen utama, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi.
“Durasi pengerjaan UTBK sekitar 195 menit, sehingga peserta harus mampu mengatur waktu dengan baik saat mengerjakan soal,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Dr. Hasan Hamid, merinci, pada Tes Potensi Skolastik (TPS), peserta akan diuji melalui beberapa subtes, yaitu penalaran umum, pengetahuan dan pemahaman umum, pemahaman bacaan dan menulis, serta pengetahuan kuantitatif.
Sementara itu, pada Tes Literasi, materi yang diujikan meliputi literasi Bahasa Indonesia, literasi Bahasa Inggris, serta penalaran matematika.
Berikut rincian materi tes UTBK SNBT 2026:
Tes Potensi Skolastik (TPS):
*Penalaran Umum
*Pengetahuan dan Pemahaman Umum
*Pemahaman Bacaan dan Menulis
*Pengetahuan Kuantitatif
Tes Literasi:
*Literasi Bahasa Indonesia
*Literasi Bahasa Inggris
*Penalaran Matematika
Menurut Dr. Hasan Hamid, pemahaman terhadap struktur materi ini penting agar peserta dapat menentukan strategi belajar yang efektif sebelum mengikuti ujian.
Selain itu, panitia SNPMB juga menyediakan fasilitas simulasi UTBK SNBT yang dapat diakses secara gratis oleh peserta sebagai sarana latihan.
Peserta dapat mengunjungi laman resmi snpmb.id/simulasi, kemudian mengisi data diri seperti nama lengkap dan asal sekolah, memilih subtes, lalu mulai mengerjakan soal dengan tampilan menyerupai UTBK sesungguhnya lengkap dengan batas waktu.
“Simulasi ini sangat membantu peserta untuk mengenal pola soal dan manajemen waktu sebelum ujian sebenarnya,” tambahnya.
Dengan waktu yang terbatas dan materi yang beragam, peserta diimbau mempersiapkan diri secara maksimal agar dapat meraih hasil terbaik dalam UTBK SNBT 2026.
“Kami berharap adik-adik calon mahasiswa semakin giat belajar agar dapat lolos seleksi dan bergabung di Unkhair sesuai dengan cita-cita masing-masing,” harapnya.
Ia juga mengingatkan calon peserta agar tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kebocoran soal ujian.
“Informasi semacam itu tidak dapat dipertanggungjawabkan dan berpotensi merugikan peserta,” pungkasnya.*






















