Kades Wailia Bantah Konsumsi Miras Bersama Ketua BPD

  • Whatsapp

SANANA,HR- Kepala Desa (Kades) Wailia, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Membantah pemberitaan disejumlah media yang menyebutkan dirinya dan ketua Badan Permusyawaratan (BPD) mengkonsumsi minuman keras (Miras).

Kepada media Halmahera raya, Rabu (31/8/2022), Kades Wailia, Sudarmin Sibela, mengatakan bahwa yang disebut minuman keras itu seperti captikus (sopi). Sementara Bir ini merupakan menuman ringan yang berlebel.

Menurut dia, kalau disebut miras itu agak kasar bahasanya, apalagi dirinya dengan ketua BPD itu hanya minum sedkit saja (sekali) karena kondisi malu hati dengan tuan rumah, bahasa Daerah Sula disebut Sare’at saja. Bukan sampai mabuk.

“Kita memang minum karena malu hati dengan tuan rumah disitu, tetapi hanya sedikit, sebab kami juga tauh Bir itu minuman ringan yang berlebel, bukan minuman keras,”ungkap Kades dengan nada sedih.

“Cerita awalnya seperti ini, kemarin saya dan ketua BPD pada tanggal 26 Agustus kemarin, adakan rapat bersama dengan Camat dan seluruh masyarakat, setelah selesai. Kami berdua sepakat bergeser ke wisata Tanjung Waka dengan tujuan membahas masalah saya dengan ketua BPD yang sudah ada di pihak Serse Polres Kepulauan Sula, disitulah saya sendiri yang meminta maaf, dan ketua BPD juga bersikap akan menyelesaikan secara kekeluargaaan,”jelas Kades.

Lanjut dia, setelah satu jam di Tanjung Waka, kata Kades, mereka bergeser ke rumah salah satu warga, yakni Pak Abdul Arjun Sangadji, dan disitu diatas meja sudah ada minuman jenis Bir.

“Saya dan ketua BPD duduk di meja yang ada sebotol minuman Bir itu, dan bir itupun sudah tinggal sedikit saja, saya juga sementara hisap permen dan memakan biskuit, kemudian dikasih minuman dengan gelas kecil, waktu itu saya menolaknya. Saya juga sampaikan bahwa pernah ada statemen Ibu Bupati, jika kedapatan ada Kades yang konsumsi minum keras dan berjudi, itu pangsung dipecat,akan tetapi sebagai sare’at kami minum sekali saja,”beber Kades Sudarmin.

Kades Wailia menambahkan, mereka duduk sambil cerita dan mendengar lagu, sehingga timbul rasa penyesalan dengan masalah mereka berdua kemarin yang berujung sampai kepada pihak Penegak Hukum, Kades dan BPD pun saling pelukan dan saling meminta maaf.

“Saya menduga ada yang cemburu dengan saya dan ketua BPD yang kembali berdamai, sehingga mereka mengambil kesimpulan untuk menyerang kami. Saya juga bingung, sebenarnya ada apa, saya yakin ini cuman fitnah terhadap saya dan ketua BPD saja, kemungkinan besar saya menduga mereka berkeinginan untuk meduduki kursi Pejabat Kepala Desa Wailia, hingga lupa diri,”semprot Kades.

Terpisah, tuan rumah Abdul Arjun Sangaji, juga membantah bahwa jika ada yang mengatakan Kepala Desa dan Ketua BPD itu menkonsumsi minuman keras, sebab minuman itu miliknya dan hanya sebotol Bir hitan dan sebotol Bir putih. Akan tetapi menumannya tinggal sedikit saja.

“Itu minuman saya dan saya meminum sebagai obat saja, kebetulan Kades dan Ketua BPD datang, sehingga saya mengajak mereka untuk minum meskipun sekali sebagai sare’at saja, dan memang mereka hanya sekali minum,”ujar tuan rumah Abdul Arjun Snagaji.(Bud)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.