Tahun Ini, Pemkot Ternate Kembali Tata Sejumlah Kawasan

  • Whatsapp
Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly

TERNATE,HR – Program kegiatan Pemerintah Kota Ternate melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2023 segera dikerjakan, setelah tahapan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) inputan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP).

“Bappelitbangda mengundang beberapa OPD tekhnis, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Disperkim, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Koperasi dan UMKM, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Ada beberapa substansi yang menjadi penekanan,’’ kata Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Kamis (2/2/2023).

Menurutnya, kegiatan di tahun ini ada penataan di belakang Jatilland Mall, sepanjang Pantai Falajawa I, penataan Dufa – Dufa di sepanjang Jolemajiko, penataan kawasan kumuh di Kasturian – Salero pantai, dan ada beberapa kebijakan dibuat konsep pemanfataan lahan hasil reklamasi yang masih kosong.

“Di belakang Jatilland Mall kita fokus satu persepsi, ketika proses ini dia berjalan antara OPD tadi bisa matching untuk kebijakannya. Misalnya, penataan Dinas PUPR di belakang mall sampai di samping masjid Al Munawwar, disitu juga ada pelabuhan yang sedikit semrawut. Dari Dishub hadir nanti kase matching dengan PUPR, sehingga penataan kawasan segmen tiga yang terakomodir dalam APBD 2023 ini betul – betul disinergikan,’’ ucapnya.

Tak hanya itu, Dinas Lingkungan Hidup katanya, mulai dari bacarita penanganan sampah dengan pengadaan amrol 3 unit, dum truck 3 unit, L300 5 unit, dan kontener 5 unit, ini kurang lebih bagian yang menjadi bahan rapat koordinasi.

Rizal mengakui, tahun ini Dinas PUPR paling banyak menangani kegiatan fisik, termasuk penataan Pantai Falajawa, jadi pantai falajawa itu dirombak total.

“Kami ingin memberi satu view baru dan desain baru yang sifatnya lebih menyediakan open space, jadi taman – taman di bagian depan itu akan dilakukan pembongkaran, open space diperluas, dan diberikan branding khusus. Kemudian Jembatan Residen dirapikan ruang tunggu melalui pagu Dinas PUPR, yang dirombak total sampai di ruang VIP. Sedangkan tambatan dikelola oleh Dishub,’’ ungkapnya.

Rizal mengakui, rapat koordinasi tersebut lebih ke menyatukan persepsi terkait OPD serumpun, agar langkah – langkah kebijakan ketika lelang berjalan jangan lagi ada tumpang tindih dan misskomunikasi.
Disamping itu, peresmian di belakang mall ketika semua pekerjaan telah selesai, hal ini untuk menghindari ada segmen yang belum selesai tapi paksa difungsikan dan ternyata di lapangan justru kehadiran orang menganggu pekerjaan dari segmen yang sementara berjalan. Oleh karena itu, disepakati penataan di belakang mall sampai semua selesai di bulan Juni – September.

Sambungnya, tulisan Ternate di landmark nanti ditambahkan dengan city branding Kota Rempah, jadi dengan tulisan Ternate tanpa mengurangi makna awal.

Selanjutnya, Taman Nukila berbenah, termasuk penerangan jalan umum (PJU), tulisan Kotaku di depan masjid Al-Munawwar yang rusak akan dibongkar dan dibangun baru, desainnya jam kota dan 99 Asmaul Husna sesuai konsep masjid.
Tambah Rizal, permintaan Dinas PUPR, rapat koordinasi ini dilaksanakan tiap bulan, agar bisa memperkuat isu tentang program dan kegiatan, baik tentang bidang kesehatan, bidang pendidikan, maupun pelayanan dasar.(nty)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.