TERNATE, HR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI )Provinsi Maluku Utara melaksanakan Media Briefing dengan tema “Pengembangan UMKM berkelanjutan untuk Maluku Utara Maju dan Inklusif”.
Kegiatan ini dipaparkan langsung oleh Kepala Bank Indonesia Malut Handi Susila didampingi jajarannya, dan dihadiri sejumlah media. Kamis (23/4/2026) di Aula Maitara Kantor BI.
Handi menjelaskan, di Malut jumlah UMKM mencapai 194.996 unit, dengan Kota Ternate dan Halmahera Selatan menjadi penyumbang terbesar.
Selain itu, struktur UMKM di dominasi oleh usaha mikro sekitar 95 persen, diikuti usaha kecil dan menengah. Sektor UMKM juga menjadi penyerap tenaga kerja yang signifikan dengan total mencapai 584.988 orang, sehingga berperan penting dalam menjaga inklusivitas pertumbuhan ekonomi daerah.
Lanjutnya, untuk kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh 2,62 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang tumbuh 2,5 persen (yoy). Kontraksi pada kredit modal kerja dan investasi mencerminkan bahwa korporasi masih menahan ekspansi seiring dengan meningkatnya ketidakpastian dan tekanan biaya produksi.
Sementara itu, kredit UMKM pada Maret 2026 kata Handi, mengalami kontraksi 0,33 persen (yoy) cenderung stabil dibandingkan triwulan IV 2025 yang mengalami kontraksi 0,38 (yoy). Hal ini mencerminkan bahwa masih perlunya upaya untuk mendorong akses kredit kepada UMKM di tengah tren penurunan suku bunga kredit perbankan. (nty)






















