Diskusi Mutu Pembelajaran, Unkhair dan Unpatti Saling Berbagi Best Practices

  • Whatsapp

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Dr. Hasan Hamid, M. Si, menyatakan kegiatan ini penting untuk memperkuat kualitas akademik melalui kolaborasi antar kampus.

“Diskusi dan berbagi praktik baik terkait implementasi penjaminan mutu dan inovasi pembelajaran ini bukanlah ajang untuk menunjukkan keunggulan masing-masing, melainkan bagaimana kita dapat saling belajar,” ujarnya.

Ia menyebut tantangan perguruan tinggi ke depan semakin besar, terutama dalam memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) yang berkaitan erat dengan akreditasi dan kualitas lulusan. Karena itu, diperlukan langkah inovatif dan kolaboratif.

Menurut Dr. Hasan, Unkhair saat ini baru memiliki enam program studi berstatus unggul dari total puluhan prodi yang ada. Kondisi tersebut mendorong pihaknya untuk terus belajar dari kampus lain, termasuk Unpatti yang dinilai memiliki perkembangan signifikan.

“Kita tidak boleh melihat ini sebagai beban, tetapi sebagai tantangan. Kalau tantangan, kita akan maju. Tidak ada kata mundur,” tambahnya.

Selain itu, Dr. Hasan juga menyinggung pentingnya pengembangan program studi baru, termasuk pendidikan profesi dan spesialis, serta peluang pembukaan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di wilayah terpencil.

Sementara itu, Kepala LPMPP Unkhair, Dr. Abdul Kadir Kamaluddin, SP., M. Si, menyampaikan bahwa penjaminan mutu tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi.

“Pertemuan ini bukan soal siapa belajar dari siapa, tetapi bagaimana kita saling berbagi praktik baik. Dalam kondisi regulasi pendidikan yang terus berubah, inovasi menjadi keharusan,” katanya.

Kata Dr. Abdul Kadir, Unkhair terus mendorong peningkatan akreditasi program studi melalui berbagai kebijakan, termasuk pemberian insentif bagi prodi yang berhasil meraih status unggul.

Kepala LPMPP Unpatti, Dr.James Abrahamsz, S.Pi., M.Si, menyampaikan apresiasi atas sambutan Unkhair, serta menilai kedua kampus memiliki banyak kesamaan, baik dari sisi geografis maupun karakteristik wilayah.

“Kami melihat Unkhair sebagai mitra strategis karena memiliki kesamaan konteks daerah kepulauan. Ini penting dalam mendiskusikan strategi penjaminan mutu, termasuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman Unpatti dalam mengelola PSDKU di wilayah Maluku Barat Daya dan Kepulauan Aru dapat menjadi bahan diskusi bersama untuk penguatan mutu pendidikan di kawasan timur Indonesia.

Diskusi ini, Dr.James, berharap menghasilkan pertukaran gagasan konkret yang dapat diimplementasikan di masing-masing perguruan tinggi, sekaligus memperkuat sinergi dalam meningkatkan mutu dan inovasi pembelajaran di tingkat nasional.

Di antara yang hadir dalam diskusi tersebut, Sekretaris LPMPP Unpatti, Dr. Jufri Rays Pattilouw, SE., M.Si, serta staf LPMPP, Jelni Pinki Wenur, S.Pi dan Indah Sangadji, S.Kom.

Selain itu, Direktur Pascasarjana Unkhair, Dr. Abdul Gaus, S.T., M.T,
Prof. Dr. Ramli Hadun, S.P., M.Si dari LPMPP Unkhair; serta Sekretaris LPMPP Unkhair, Dr. Rusman Rasyid, dan Mohammad Aswar, S.Pd selaku Kasubbag TU LPMPP Unkhair.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *