Bertempat di Ruang Senat Universitas, Kampus II Unkhair, Ternate, Senin (4/5/2026).
Benchmarking ini difokuskan pada penguatan sistem penjaminan mutu serta peningkatan kualitas pembelajaran di masing-masing institusi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pusat PMPP Polikant, Maria K. Ohoiwutun, bersama Plt Sekretaris Rosita Silaban.
Kepala LPMPP Unkhair, Dr. Abdul Kadir Kamaluddin, SP., M.Si, mengatakan benchmarking bukan sekadar ajang menunjukkan keunggulan, melainkan ruang untuk saling belajar dan berbagi praktik baik.
“Ini bukan berarti kami merasa paling sempurna. Justru di sini kita saling belajar dan berbagi pengalaman, baik yang dilakukan di Unkhair maupun di Politeknik,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antar perguruan tinggi menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan. Setiap institusi memiliki strategi dan pengalaman yang dapat saling melengkapi.
“Tujuan kita sama, yaitu meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu perguruan tinggi masing-masing. Karena itu, kita saling membutuhkan,” tambahnya.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut adalah penguatan audit mutu internal. Unkhair secara rutin melaksanakan audit mutu di setiap program studi setiap semester.
“Untuk itu, kami juga menyelenggarakan pelatihan auditor. Terakhir, sekitar 54 orang dinyatakan lulus dan siap memperkuat pelaksanaan audit mutu di program studi,” jelasnya.
Selain itu, ia menambahkan, komitmen pimpinan universitas menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan mutu, termasuk dukungan pembiayaan meski dalam kondisi efisiensi.
“Semua ini bisa berjalan karena komitmen kuat pimpinan, dalam hal ini Rektor, untuk terus meningkatkan mutu di Unkhair,” katanya.
Sementara, Kepala Pusat PMPP Polikant, Maria K. Ohoiwutun, mengapresiasi capaian Unkhair, terutama sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi Unggul.
Ia menyebut, pihaknya datang untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dalam penjaminan mutu yang diterapkan Unkhair.
“Kami melihat sudah banyak program studi di Unkhair yang terakreditasi Unggul. Ini luar biasa. Kami ingin mendapatkan trik dan praktik baik yang bisa kami adopsi,” ungkapnya.
Saat ini, kata Maria, Polikant tengah mempersiapkan sejumlah program studi untuk proses akreditasi, baik melalui BAN-PT maupun Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).
“Sekitar 4 sampai 6 program studi sedang kami siapkan. Ada yang di LAM-PT, LAM Teknik, dan juga LAM Wisata yang saat ini masih menunggu instrumen borang,” jelasnya.
Menurutnya, kesamaan karakteristik geografis sebagai wilayah kepulauan menjadi alasan kuat untuk belajar dari Unkhair.
“Karena kita sama-sama di kawasan Timur dan wilayah kepulauan, kami yakin banyak hal yang bisa kami adopsi untuk penguatan penjaminan mutu di kampus kami,” pungkasnya.*






















