Upah Pekerja Pembangunan SPBU Diduga Milik Bupati Elang Belum Dibayar

  • Whatsapp
Proyek SPBU di Halteng diduga milik Bupati Edi Langkara

WEDA,HR—Penanggung jawab pembangunan Stasiun Pengesian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Bupati Halmahera Tengah di Waipi Kecamatan Patani Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) tuntut segera bayar upah karja. Pasalnya, upah pekerja pembangunan SPBU sudah kurang lebih 1 tahun lebih upah kerja¬† belum dibayar oleh pihak penanggung jawab.

Salah satu pekerja proyek SPBU yang namanya tidak mau disebutkan menyebutkan bahwa upah pekerja yang mereka sepakati sebesar 300 juta lebih, namun sudah kurang lebih satu tahun ini pihak penanggung jawab pembanguan SPBU Hatifa hidayat yang juga keponakan Bupati Edi Langkara belum membayar upah pekerja.

“Upah kerja kami sebesar Rp. 300 juta lebih, namun sampai sekarang belum dibayar, ini sudah masuk satu tahun lebih, kata pekerja itu kepada wartawan,”salah satu sumber yang minta namanya tidak disebutkan kepada media ini.

Sumber tersebut juga bilang tidak hanya upah pekerja, namun ada tunggakan lain yang belum dibayar yaitu krikil sebanyak 60 kubik.

“Bukan cuman upah kerja tapi juga torang pe kubik krikil 60 kubik juga belum dibayar oleh pemanggung jawab,” ceritanya.

Selain upah kerja dan krikil, namun pihak penanggung jawab juga belum membayar retasi penimbunan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum tersebut.

Jumlah retasi penimbunan SPBU yang belum dibayar ada lima mobil dam truk masing masinh sebanyak 214 retasi penimbuman yang belum dibayar oleh penanggung jawab pembangunan SPBU.

Sementara itu penanggung jawab pembangunan SPBU Hatifa Hidayat ketika dikonfirmasi via WhatsApp serta di telepon belum memberikan tanggapan lantaran di luar jangkauan hingga berita ini ditayang.(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.