Bocah Gizi Buruk Asal Desa Tolonuo Butuh Ulur Tangan

  • Whatsapp

TOBELO, HR—-Seorang bocah penderita gizi buruk asal Desa Tolonuo Selatan, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) didiagnosa menderita penyakit gizi buruk.¬† Namanya, Selvi Eteke. anak orang tua, gadis mungil ini, pekerjaan keseharian sebagai nelayan sehingga hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan biaya pengobatan untuk penderita gizi buruk tak murah. Sebab untuk menebus obat sekali pakai membutuhkan biaya sebesar Rp 1 juta. Kini pengobatan Selvi hanya bergantung pada ulur tangan para dermawan.

Bacaan Lainnya

Meski ayah dan ibu Selvi tidak memiliki biaya pengobatan tetapi mereka terus berusaha, dengan cara meminjam uang dan bekerja keras dengan pendapatan tidak seberapa, untuk bisa membiayai pengobatan anak semata wayang agar bisa sembuh. Selvi sendiri belum terdaftar sebagai peserta BPJS sehingga pengobatan Selvi terdaftar sebagai pasien umum tanpa sentuhan pemerintah.

Kepala Desa Tolonuo Selatan, Abdul Kokodaka mengatakan bahwa salah satu warganya menderita penyakit Gizi Buruk atas nama Selvi Eteke usia satu tahun lebih. Sudah begitu orang tua selvi yang hidup pas pasan harus memecah pikiran untuk bisa mendapatkan biaya pengobatan. Bahkan uang mulai dari pinjaman, dan hasil kerja nelayan pun tidak mencukupi untuk biaya pengobatan Selvi.

“Iya saat ini Selvi sedang menderita penyakit Gizi Buruk, orang tua Selvi kategori orang tidak mampu, karena pekerjaan sebagai nelayan tangkap dengan penghasilan yang tidak seberapa. Demi masa depan anak satu satunya, mereka terpaksa meminjam uang, dan bekerja keras untuk sedikit membiayai pengobatan anak mereka,”beber Kades Tolonuo Selatan, Abdul Kokodaka Sabtu (10/04/2021).

Dikatakannya, pengobatan Selvi tanpa menggunakan BPJS, karena BPJS Selvi masih dalam proses pengurusan. Oleh karena itu, Biaya pengobatan Selvi ditanggung sendiri oleh kedua orang tua, yang merupakan warga tidak mampu. Atas kondisi itu, kesembuhan dan masa depan Selvi tergantung uluran tangan para dermawan untuk bisa membantu tambahan biaya pengobatan.

“Kami Pemerintah Desa juga patungan untuk membantu biaya pengobatan Selvi, namun itupun tidak menjamin kesembuhan Selvi, oleh karena itu, bantuan dari para dermawan sangat dibutuhkan untuk kesembuhan dan masa depan, agar Selvi kembali hidup normal seperti anak lainnya,”katanya.(mn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.