TOBELO,HR — Wakil Ketua Umum Lembaga Pemuda Adat (LEPA) Boeng, Rofindri Djinimangale dengan tegas menolak penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah Halmahera Utara dan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terkait pembangunan rumah sakit dan rumah susun di Tobelo.
Pasalnya, kebijakan ini bukan hanya keliru secara perencanaan, tetapi juga mencerminkan watak pembangunan yang timpang, sentralistik, dan abai terhadap keadilan sosial.
Menurut Rovin, wilayah Kao selama ini adalah tanah yang menanggung beban ekstraktif sumber daya, menerima dampak sosial-ekologis dari aktivitas industri, namun ketika hasil dan manfaat pembangunan dibagikan, masyarakat lingkar tambang kembali didorong ke pinggir sejarah.
“Tanah kami dihisap, ruang hidup kami dikorbankan, tetapi fasilitas publik justru dibangun jauh dari wilayah yang paling lama memikul konsekuensi pembangunan. Ini adalah ironi sekaligus bentuk nyata ketidakadilan struktural”. Tegas Rovin, Rabu (29/04/2026).
LEPA BOENG, tambah Rovin melihat pemerintah daerah terlalu melekat pada logika modal ketimbang pada kebutuhan rakyat. Ketika wilayah penghasil hanya dijadikan ladang eksploitasi, sementara pusat pelayanan dibangun di wilayah yang secara politik lebih strategis, maka pembangunan tidak lagi berbicara tentang kesejahteraan tetapi berubah menjadi alat reproduksi ketimpangan.
Sambung Rovin, Jika argumentasi pemerintah daerah adalah pemerataan, maka pemerintah telah gagal memahami makna pemerataan itu sendiri. Pemerataan bukan memusatkan fasilitas di titik yang sudah berkembang, tetapi menghadirkan infrastruktur dasar di wilayah yang selama ini dimarginalkan.
“Rumah sakit semestinya berdiri dekat dengan masyarakat lingkar tambang, dekat dengan buruh, petani, nelayan, dan keluarga-keluarga yang paling rentan terhadap dampak sosial-ekonomi dan ekologis industri ekstraktif.” tegas Rovin
Pemerintah Daerah harus ingat, Kao bukan halaman belakang. Kao bukan wilayah buangan. Kao adalah jantung yang selama ini memberi napas bagi ekonomi daerah. Maka sudah sewajarnya pembangunan kembali ke tanah yang memberi hidup.
“Jika emas diambil dari Kao, maka keadilan juga harus dibangun di Kao. Bukan di tempat lain.”Tutup Rovin (*)























