PTNHM Hidupkan Kembali Tambang Tradisional yang Sempat Terhenti

  • Whatsapp

TOBELO,HR— Manajemen PT Nusa Halmahera Minerals (PTNHM) mengaktifkan kembali aktivitas tambang tradisional yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat dari lingkar tambang PTNHM dan yang sempat terhenti beberapa waktu kemarin akibat tidak profesionalnya pengurus dalam mengelola uang hasil tambang.
Telah aktifnya kembali tambang rakyat yang saat ini bernama Tambang Gotong royong Gosowong (TGG) itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Direktur PTNHM, Haji Robert Nitiyudo dengan para penambang saat Haji Robert berkunjung ke Gosowong beberapa waktu kemarin.
Wakil Presiden Direktur PTNHM, Amiruddin Hasyim mengatakan, para penambang tradisional PTNHM itu sudah mulai bekerja kembali, dan didukung oleh para Kepala Desa lingkar PTNHM dalam suatu kesepahaman berpola Bapak Asuh- Anak Asuh.
Aktivitas tambang tradisional ini diawasi oleh Koperasi dan juga tentunya oleh Tim dari PTNHM untuk memastikan seluruh aktivitas sesuai Kaidah Penambang Yang Baik, baik itu tekhnik penambangan, aspek keselamatan dan kesehatan, dan yang juga penting adalah transparansi hasil tambang agar seluruh penambang mendapatkan haknya sebagaimana seharusnya.
“Batuan hasil penambang TGG diangkut dari lubang-lubang TGG selanjutnya diproses pengolahannya bersama bijih dari produksi penambangan PTNHM,” Amir menjelaskan. Rabu (15/02/2022).
Lalu, hasil penambangan bijih dari TGG setelah dikonversi ke satuan troy ounces berdasarkan analisis laboratorium terhadap kadar bijih dan tonase, selanjutnya dibayarkan oleh PTNHM dan hasil ini akan dibagi ke semua kelompok lubang tambang, sehingga seluruh penambang akan mendapatkan uang sebagaimana seharusnya, dan hal itu harus transparan.
Diperbolehkannya masyarakat lingkar tambang untuk ikut menambang di wilayah kerja Kontrak Karya PTNHM merupakan inisiatif Haji Robert ketika pertama kali mengambil alih saham mayoritas PTNHM pada awal tahun 2020. Hal itu dilakukan oleh Haji Robert sebagai solusi dari konflik berkepanjangan antara perusahaan dan masyarakat mengenai tambang rakyat. Konflik ini masih terjadi di sejumlah wilayah perusahaan tambang lain di Indonesia.
Ia menyebutkna pada awalnya aktivitas tambang tradisional ini berjalan lancar dan memberikan keuntungan yang sangat baik untuk masyarakat lingkar tambang karena memang memperoleh kadar bijih yang sangat baik, sehingga mampu mensejahterahkan para keluarga penambang tradisional dan juga perekonomian masyarakat lingkar tambang. Namun sangat disayangkan, seiring berjalannya waktu pengelolaan tambang tradisional berbentuk koperasi mengalami kendala-kendala manajerial sehingga menyebakan pengelolaannya tidak berjalan sebagaimana harusnya.
“Dengan semangat baru dan nama baru dari tambang tradisional ini yaitu Tambang Gotong royong Gosowong (TGG), diharapkan aktivitas tambangnya dan pengelolaan keuangannya menjadi profesional dan transparan serta diharapkan menjadi percontohan,” pungkasnya (man).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.