Benahi TPA Buku Deru-deru, Pemprov Malut dan Pemkot Ternate Sepakat Sharing Anggaran

  • Whatsapp

TERNATE, HR – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, meninjau langsung penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-deru, Kelurahan Takome, Kota Ternate, Kamis (15/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur didampingi oleh Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Wakil Wali Kota M. Nasri Abubakar, Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly, serta jajaran OPD terkait dari lingkup Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Usai peninjauan dan memimpin apel bersama tim gabungan di lokasi, Gubernur Sherly menyampaikan bahwa titik api telah berhasil dikendalikan hingga 70 persen. Namun, pengerjaan intensif masih terus dilakukan untuk menuntaskan sisa 30 persen area terdampak agar api tidak kembali membesar.

“Masih tersisa 30 persen lagi dan ini harus tuntas 100 persen. Jika tidak selesai sampai akar, api berpotensi membesar kembali. Semua masukan dan usulan dari Pemkot Ternate sudah kami terima,” tegas Sherly.

Dalam kesempatan itu, Gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkot Ternate beserta tim gabungan yang telah berjibaku memadamkan api sejak kebakaran pertama kali timbul pada 3 Oktober lalu.

Untuk mempercepat proses pemadaman di TPA Buku Deru-deru katanya, pemerintah mengerahkan alokasi armada gabungan, meliputi 2 unit ekskavator Pemkot Ternate, 2 unit ekskavator UPT Kementerian PU, 5 unit armada pemadam kebakaran kota, serta mobil tangki air dari UPT Kementerian.

Tak hanya itu, UPT Kementerian juga mulai menerjunkan alat geolistrik guna mendeteksi titik sumber air untuk pembuatan sumur bor di sekitar kawasan TPA. Penambahan nozel panjang bercabang dan perbaikan selang pemadam yang rusak turut disiapkan untuk menjangkau titik api di kedalaman tumpukan sampah.

Selain itu, guna mengantisipasi dampak paparan asap, Dinas Kesehatan Pemprov Malut dan Pemkot Ternate disiagakan di lokasi mulai Jumat besok.

“Petugas akan mendirikan posko pelayanan kesehatan dengan menyediakan multivitamin serta pasokan oksigen bagi para petugas lapangan maupun warga sekitar,” ucapnya.

Sementara, terkait pengembangan jangka panjang kawasan TPA seluas 30 hektare tersebut, Pemkot Ternate bersama Pemprov Malut bersepakat melakukan skema pembiayaan bersama (sharing budget). Alokasi anggaran akan difokuskan untuk pembangunan pagar pembatas kawasan serta penyusunan masterplan pengelolaan sampah modern.

“Dengan volume sampah Kota Ternate yang mencapai 120 ton per hari—di mana 80 persennya merupakan sampah organik—pemerintah berencana mengolahnya menjadi pupuk organik bekerja sama dengan kelompok petani. Kita juga akan menghentikan sistem open dumping dan beralih ke sistem sanitary landfill,” pungkas Sherly.(nty)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *