Civitas Akademika Unkhair Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, DWP Tekankan Keteladanan Rasulullah

  • Whatsapp

TERNATE,HR—Civitas akademika Universitas Khairun (Unkhair) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Aula Nuku, Kampus II Unkhair, Ternate, Jumat (11/9/2026).

Maulid mengangkat tema “Refleksi Dakwah Rasulullah dalam Menciptakan Keluarga Besar Universitas Khairun yang Beriman, Berilmu, dan Berakhlak Mulia,” ini diinisiasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unkhair.

Peringatan menghadirkan Al-Habib Zaky bin Abdulrahman bin Ali Idrus, sebagai penceramah dan dihadiri Rektor Unkhair Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, Ketua DWP Unkhair Ny. Lasmiyati Abdullah W. Jabid, S.Si., M.E, jajaran pimpinan, dosen, tendik, mahasiswa, serta keluarga besar Unkhair.

Rektor Unkhair, Prof. Abdullah, mengapresiasi DWP yang telah menggagas dan mempersiapkan kegiatan tersebut.

Menurut Prof. Abdullah, Maulid menjadi momentum menghadirkan kembali keteladanan Rasulullah SAW, dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun lingkungan kampus.

“Iman memberikan arah, ilmu memberikan kemampuan, dan akhlak menentukan bagaimana ilmu dan kemampuan itu kita gunakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab mencerdaskan mahasiswa, tetapi juga membangun karakter dan peradaban.

“Kita ingin melahirkan lulusan yang cerdas tetapi juga jujur. Kita ingin menghasilkan akademisi yang unggul tetapi tetap rendah hati,” katanya.

Prof. Abdullah mengajak seluruh keluarga besar Unkhair, meneladani Rasulullah SAW melalui kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, sikap menghargai orang lain, dan menjaga persaudaraan.

Menurutnya, nilai itu harus tumbuh dalam diri pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga seluruh keluarga besar Unkhair agar keunggulan akademik berjalan seiring dengan kekuatan moral.

Ketua DWP Unkhair Ny. Lasmiyati Abdullah W. Jabid, mengatakan, Maulid Nabi merupakan momentum merefleksikan cinta, keteladanan, kesabaran, ilmu, dan akhlak Rasulullah SAW.

“Menjadi manusia hebat bukan hanya karena banyak ilmunya, tetapi karena ilmu itu membuat dirinya semakin rendah hati,” ujarnya.

Lasmiyati menekankan pentingnya keluarga sebagai tempat pertama menanamkan keteladanan.

“Karena sebelum anak-anak kita belajar dari buku, mereka belajar dari kita. Sebelum mereka belajar tentang akhlak di sekolah, mereka melihat akhlak itu di rumah,” katanya.

Ia berharap, keluarga besar Unkhair membangun kehidupan yang tidak hanya kuat secara materi, tetapi juga dipenuhi kasih sayang, doa, ilmu, dan keteladanan.

“Maulid bukan hanya tentang mengingat kelahiran Rasulullah. Maulid adalah tentang menghidupkan kembali akhlak Rasulullah dalam kehidupan kita,” tuturnya.

Dalam tausiyahnya, Al-Habib Zaky bin Abdulrahman bin Ali Idrus, mengingatkan pentingnya ilmu, amal, dan keteladanan dalam menjalankan dakwah.

Ia mengutip hadis Rasulullah SAW, “Man yuridillahu bihi khairan yufaqqihhu fiddin,” yang bermakna barang siapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka akan diberikan pemahaman tentang agama.

Habib Zaky, menegaskan dakwah harus dilandasi ilmu dan tidak hanya menjadi tugas ulama. Setiap muslim memiliki tanggung jawab menyampaikan kebaikan sesuai kemampuan.

Ia juga menyoroti peran keluarga dalam membentuk generasi beriman, berilmu, dan berakhlak. Keteladanan Rasulullah SAW, dalam kehidupan rumah tangga, termasuk membantu pekerjaan keluarga, menjadi contoh bahwa kepemimpinan tetap harus dekat dengan keluarga.

“Semoga refleksi dakwah Nabi Muhammad SAW pada Maulid ini tidak berhenti sebagai ilmu yang didengar, tetapi menjadi amal yang dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan,” katanya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *