HALTIM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) desak PT. FENI secepatnya melakukan investigasi secara menyeluruh persoalan dugaan pencemaran Kali Kukuba. Desakan ini disampaikan Sekertaris Komisi III DPRD Haltim Moh Kandung kepada wartawan, Minggu (10/05/2026).
Menurut Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gelombang Rakyat Indonesia itu, desakan DPRD Haltim terhadap PT.FENI untuk secepatnya selesaikan persoalan Kali Kukuba Desa Buli Asal Kecamatan Maba, karena sangat meresahakan masyarakat sekitar.
“Sebelum Kali Kukuba dipenuhi lumpur sisa-sisa sendimen tanah merah akibat dugaan aktivitas pembangunan pabrik oleh PT. FENI, airnya digunakan masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-hari,namun sekarang ini kondisi air Kali Kukuba sudah sangat keru sehingga tidak bisa lagi dimanfaatkan oleh masyarakat,”katanya.
Untuk itu kata Moh Kandung, persoalan ini jangan dianggap sepele dan harus segera ditindaklanjuti secara serius oleh pihak perusahaan.
“Kami meminta PT Feni Haltim tidak hanya memberikan klarifikasi, tetapi segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk tangani dugaan pencemaran Kali Kukuba,”ujarnya.
Politisi Partai Gelora itu juga menuntut perusahaan segera investigasi menyeluruh terhadap sumber dugaan pencemaran dan meminta PT. FENI menghentikan sementara aktivitas pembangunan pabrik yang diduga menjadi penyebab dugaan pencemaran di Kali Kukuba serta lakukan pemulihan lingkungan (rehabilitasi sungai) secara bertahap.
“Investigasi harus dilakukan dengan transparansi dan hasil investigasi disampaikan kepada publik dan DPRD,”tandasnya.
Moh Kandung juga menegaskan bahwa DPRD akan jalankan fungsi pengawasan secara maksimal dan tidak segan-segan mengambil lebih lanjut apabilah tidak ada respons serius dari pihak perusahaan.
“Kami akan memanggil pihak perusahaan dalam rapat resmi DPRD jika tidak ada itikad baik. Lingkungan dan hak masyarakat harus dilindungi,”pungkasnya.
Selain itu kata Moh.Kandung,masyarakat juga berharap agar dugaan pencemaran di Kali Kukuba segera ditangani, sehingga kondisi sungai dapat kembali normal dan aman digunakan.
“Air Kali Kukuba adalah sumber kehidupan masyarakat, untuk itu diharapkan dilakukan perbaikan,”pintahnya.(red)






















