TERNATE,HR — Tiga pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate menegaskan dinamika pemberitaan dan perdebatan yang berkembang di ruang publik tidak mengendurkan komitmen lembaga legislatif dalam menjalankan tugas konstitusionalnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul bergulirnya polemik terkait Nurjaya Ibrahim.
Ketua DPRD Kota Ternate Rusdi A. Im bersama Wakil Ketua I Amin Subuh, dan Wakil Ketua II Jamian Kolengsusu, menyatakan DPRD tetap bekerja seperti biasa dengan menomorsatukan kepentingan masyarakat, pembangunan daerah, serta tata kelola pemerintahan yang baik.
Tak hanya itu, pimpinan DPRD Ternate mengajak masyarakat melihat kinerja dewan secara objektif berdasarkan mekanisme kelembagaan yang konstitusional, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, DPRD tetap menjalankan tiga fungsi utamanya, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan tanpa terdistraksi oleh polemik yang tidak produktif. Kemudian, setiap persoalan yang muncul di ruang publik harus disandarkan pada aturan hukum, tata tertib, kode etik, dan mekanisme kelembagaan yang berlaku. Dan pimpinan dewan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana Kota Ternate agar tetap kondusif dan mempercayakan penanganan masalah kepada kewenangan lembaga terkait.
“Kami tidak ingin DPRD terseret ke dalam polemik yang tidak produktif. Energi kami lebih baik digunakan untuk membahas kebutuhan masyarakat, mengawal pembangunan, serta memastikan kebijakan pemerintah daerah benar-benar memberikan manfaat,” tegas ketiga pimpinan DPRD dalam keterangan resminya.
DPRD Ternate memastikan pintu parlemen tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, serta berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan daerah yang berpihak kepada kepentingan warga Kota Ternate.(***)






















