TERNATE,HR — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) kembali menggelar kunjungan studi tiru ke Kantor Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate. Langkah ini diambil untuk memperdalam strategi pengelolaan sektor Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBHTB) guna mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kunjungan delegasi Bapenda Halteng tersebut disambut langsung oleh jajaran pimpinan BP2RD Kota Ternate. Pertemuan ini menjadi ajang bagi kedua lembaga untuk membedah mekanisme pelayanan, sistem validasi, hingga teknik optimalisasi potensi pajak PBHTB.
Sekretaris BP2RD Kota Ternate, Hesty Nasir, menjelaskan fokus utama kedatangan Bapenda Halteng kali ini adalah mempelajari skema pengelolaan serta sistem pemungutan PBHTB yang dinilai berhasil diterapkan di Kota Ternate.
“Selain sistem pungutan dan skema pengelolaan, mereka juga menilai pengelolaan PBHTB di Kota Ternate dapat diadaptasi di Halmahera Tengah,” ujar Hesty, Kamis (17/9/2026).
Hesty menambahkan, kunjungan ini merupakan kali kedua bagi Bapenda Halteng. Pada agenda sebelumnya, studi fokus pada proses penetapan dan pendataan potensi pajak. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus memicu pertukaran informasi demi memaksimalkan penerimaan PAD bagi kedua daerah.
Di sisi lain, perwakilan Bapenda Halteng menyampaikan apresiasi atas penerimaan dari pihak BP2RD Kota Ternate. Hasil dari studi tiru ini rencananya akan diadopsi sebagai praktik terbaik (best practices) untuk meningkatkan efektivitas pemungutan PBHTB serta memperkuat PAD Kabupaten Halmahera Tengah ke depan.(nty)






















