TOBELO, HR – Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, Pemerintah Provinsi Maluku Utara meresmikan kolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas guru, kepemimpinan sekolah, serta pembelajaran berbasis literasi dan numerasi.
Kolaborasi ini hadir di tengah tantangan kualitas pendidikan di Maluku Utara, di mana capaian standar satuan pendidikan dengan akreditasi A baru sekitar 18,9%, dan hanya sekitar 36,14% siswa yang mencapai kompetensi minimum literasi.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional menyampaikan, “Peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi yang kuat. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan sekolah-sekolah di Maluku Utara memiliki kapasitas untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas dan relevan bagi siswa.”
Di kesempatan yang sama, Elan Merdy selaku Senior Director Putera Sampoerna Foundation menambahkan, “Pendekatan yang holistik dan berbasis data menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui kolaborasi ini, yang dijalankan melalui pendekatan Public-Private Partnership antara pemerintah daerah, sekolah, dan PSF, kami berharap dapat memperkuat kapasitas sekolah dan memberikan dampak nyata pada kualitas pembelajaran.”
Kolaborasi ini telah berjalan sejak Desember 2025, diawali dengan kegiatan profiling yang diikuti oleh 400 guru dan kepala sekolah dari enam sekolah di Kota Ternate dan Sofifi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur dan memetakan kondisi awal para pendidik secara menyeluruh, sebagai dasar dalam merancang program pengembangan yang tepat sasaran dan tepat guna. Hasil profiling ini menjadi referensi bagi PSF dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam merancang program inovasi pendidikan berikutnya yang disesuaikan dengan kebutuhan guru, pemimpin sekolah, dan siswa.
Implementasi kolaborasi ini diwujudkan melalui dua program utama. Lighthouse School Program akan mengembangkan SMAN 10 Kota Ternate dan SMAN 5 Tidore Kepulauan sebagai sekolah model selama tiga tahun, dengan fokus pada penguatan tata kelola sekolah, peningkatan kapasitas guru, serta penerapan pembelajaran berbasis proyek yang mendorong keterampilan berpikir siswa dan penguatan literasi numerasi. Melalui program ini, kedua sekolah diharapkan tidak hanya mencapai atau melampaui Standar Nasional Pendidikan dan menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi rujukan dan inspirasi bagi sekolah lain dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Selain itu, Program Peningkatan Kualitas Guru dan Manajemen Sekolah akan dilaksanakan selama dua tahun di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan (Sofifi), mencakup 25 SMA dengan total 175 guru dan 41 manajemen sekolah. Program ini berfokus pada penguatan kompetensi guru dan kepala sekolah berbasis praktik pembelajaran dan data, yang dilanjutkan dengan penguatan literasi dan numerasi di tahun kedua. Melalui peran guru sebagai diseminator, praktik baik diharapkan menyebar ke lebih banyak sekolah sehingga peningkatan kapasitas dapat berlangsung secara berkelanjutan di Maluku Utara.
“Sebagai institusi bisnis sosial di bidang pendidikan, selama lebih dari 25 tahun Putera Sampoerna Foundation telah memberikan dampak kepada lebih dari 97 ribu guru dan 400 ribu siswa di 34 provinsi di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat mendorong peningkatan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan sekaligus menghadirkan model praktik baik yang dapat direplikasi di berbagai wilayah,” tutup Elan Merdy (*)
Tentang Putera Sampoerna Foundation
Putera Sampoerna Foundation (PSF) merupakan institusi bisnis sosial di Indonesia yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan sebagai kunci pengembangan bangsa. Selama lebih dari 25 tahun, PSF telah menjalankan berbagai inisiatif pendidikan melalui pengembangan ekosistem pembelajaran, termasuk Sampoerna School System dan program School Development Outreach (SDO).
Hingga saat ini, PSF telah hadir di 34 provinsi, mendukung lebih dari 250 sekolah, serta memberikan dampak kepada lebih dari 145 ribu guru, 423 ribu siswa, dan 110 ribu orang tua. Melalui kolaborasi lintas sektor, PSF terus mendorong transformasi pendidikan yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masa depan (*)






















