TERNATE,HR – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Pemkot Ternate secara khusus diundang untuk berpartisipasi dalam ajang Business Deals Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI), Jumat (16/10/2026).
Pada gelaran tahun ini, ISEF memfokuskan pembahasannya pada aspek pembiayaan syariah. Kehadiran Pemkot Ternate dalam forum bergengsi tersebut menjadi sorotan utama lantaran keberhasilannya menginisiasi model investasi Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU) Syariah pertama di Indonesia. Proyek ini sekaligus menjadi Investasi Skema KPDBU Syariah Alat Penerangan Jalan (APJ) pertama di kawasan Timur Indonesia, khususnya Provinsi Maluku Utara.
Model pembiayaan inovatif senilai lebih dari Rp90 miliar ini diterapkan pada proyek modernisasi APJ Kota Ternate dengan masa kerja sama selama 10 tahun. Proyek berbasis prakarsa badan usaha (unsolicited) yang digodok sejak tahun 2023 tersebut mencakup pemasangan 3.000 titik lampu penerangan jalan berbasis smart system di wilayah perkotaan Ternate. Selain itu, proyek ini juga menyasar 150 titik lampu non-smart system di tiga pulau terluar, yakni Pulau Hiri, Moti, dan Batang Dua.
Adapun mekanisme pembayarannya menggunakan sistem Availability Payment (AP) atau pembayaran ketersediaan layanan yang bersumber dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) hasil kontribusi masyarakat.
Keberadaan booth display Pemkot Ternate serta pemaparan materi dari Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, yang disampaikan melalui tayangan video, berhasil menyedot perhatian luas dari investor, praktisi perbankan, hingga peserta pameran.
Berdasarkan data penyelenggara hingga hari ketiga, booth KPDBU Syariah Kota Ternate mencatatkan tingkat kunjungan hingga 45 persen dari total pengunjung ISEF 2026. Sebagian besar pengunjung yang datang merupakan pelaku sektor perbankan dan calon investor.
Momen penyerahan mock-up persetujuan KPDBU Syariah serta sesi tanya jawab interaktif antara Pemkot Ternate dengan pihak pemrakarsa menjadi salah satu agenda yang paling diminati audiens. Tak hanya itu, pemaparan materi oleh Wali Kota Ternate di akun media sosial resmi penyelenggara meraih tingkat respons dan dukungan (likes/comments) hingga 80 persen.
Menariknya, skema pembiayaan APJ Ternate ini juga memicu ketertarikan investor mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah seperti Dubai dan Turki. Mereka menilai Kota Ternate sukses menjadi percontohan (benchmark) penerapan keuangan syariah pada level pemerintah daerah.
Pihak penyelenggara ISEF 2026 menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen dan partisipasi aktif Wali Kota Ternate beserta jajaran Pemkot Ternate dalam mendorong percepatan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air.
“Kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi Pemerintah Kota Ternate dalam mendukung acara ISEF 2026. Semoga Kota Ternate menjadi contoh daerah penerapan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, serta proyek KPDBU Syariah APJ Kota Ternate dapat segera terlaksana tanpa hambatan dan membawa keberkahan,” tulis pihak penyelenggara dalam keterangan resminya.
Melalui suksesnya pemaparan di ajang ISEF 2026 ini, Pemkot Ternate optimistis penataan infrastruktur penerangan jalan berbasis smart lighting di kawasan perkotaan maupun pulau-pulau terluar dapat segera terealisasi secara maksimal demi meningkatkan kenyamanan serta keamanan masyarakat.(nty)






















