TERNATE,HR — Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate bergerak cepat membantu warga terdampak musibah kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru. Melalui aksi kolaboratif bertajuk “ASN Peduli”, ratusan lansia di Kelurahan Sulamadaha mendapatkan bantuan paket kebutuhan pokok sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis, Rabu (14/10/2026).
Aksi kemanusiaan ini lahir dari sinergi lintas instansi, melibatkan Dinas Kesehatan Kota Ternate, Puskesmas Sulamadaha, Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) melalui BKPSDM Kota Ternate, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Ternate beserta dokter spesialis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate sekaligus Ketua KORPRI Kota Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan paket sembako yang disalurkan murni berasal dari iuran swadaya para Aparatur Sipil Negara (ASN). Di tengah kesibukan menjalankan roda pemerintahan, para ASN tergerak untuk mengulurkan tangan bagi kelompok rentan.
“Dari total sasaran sekitar 128 lansia (84 di antaranya aktif), kami menyiapkan 125 paket sembako berupa beras, gula, minyak goreng, teh dan mie instan yang disalurkan melalui kegiatan Posyandu Lansia,” jelas Rizal.
Tak berhenti di lansia, Pemkot Ternate juga merancang penyaluran bantuan tahap berikutnya dengan sasaran balita dan ibu hamil. Rizal menambahkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan posko bantuan serta menggalang potensi dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor perbankan.
Selain pemenuhan gizi dan pangan, penanganan dampak kesehatan akibat kepungan asap TPA Buku Deru-Deru menjadi prioritas utama. Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, menyampaikan para lansia dikumpulkan sejak pagi untuk mendapatkan pengobatan, obat-obatan gratis, dan edukasi seputar bahaya polusi udara.
“Kelompok usila (usia lanjut) sengaja kita kumpulkan sejak pagi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sekaligus sosialisasi terkait kondisi udara terkini dan protokol pemakaian masker,” kata dr. Fathiyah.
Selain fokus pada kesehatan masyarakat katanya, Pemkot Ternate kini mulai memetakan dampak ekonomi akibat kebakaran tersebut. Dinas Pertanian bersama Bidang Aset dan Lurah setempat diterjunkan langsung ke lapangan untuk menyisir kerugian warga.
Pendataan mencakup inventarisasi hewan ternak yang mati hingga lahan atau tanaman warga yang ikut hangus terbakar. Langkah ini diambil guna menyusun skema penanganan dan bantuan susulan bagi warga yang kehilangan mata pencaharian atau aset akibat musibah tersebut.(nty)






















