Atasi Krisis Air di Daerah Ketinggian, Perumda Ake Gaale Ternate Bangun Jaringan Pipa Baru Bulan Ini

  • Whatsapp
Dirut Perumda Ake Gaale, Firman Mudaffar Sjah

TERNATE,HR – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale Kota Ternate tengah menyiapkan langkah taktis untuk mengatasi persoalan pasokan air bersih di daerah ketinggian yang selama ini masih menerapkan sistem bergilir. Wilayah terdampak bahkan harus mengalami masa tunggu giliran air mulai dari satu, dua, hingga empat hari.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perumda Ake Gaale menjadwalkan pembangunan jaringan pipa baru pada minggu kedua atau pertengahan bulan Juli ini. Proyek yang dibiayai murni dari anggaran Perumda Ake Gaale ini akan membentang dari wilayah Fatcei menuju ke kawasan Moya. Pipa baru tersebut nantinya akan melewati jalur Buku Bendera hingga ke arah Taman Love.

“Di Moya belum terlayani disana, di sekitar pertengahan bulan Juli sudah mulai pembangunan jaringan baru murni dari PDAM. Kemarin juga saya koordinasi langsung dengan Lurah Moya. Dari hasil koordinasi tersebut, tercatat ada lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) di Moyoa yang hingga kini belum mendapatkan akses layanan air bersih. PDAM menargetkan proyek ini dapat rampung dan mulai melayani warga sepenuhnya pada bulan Agustus mendatang,” jelas Dirut Perumda Ake Gaale Ternate, Firman Mudaffar Sjah, Selasa (14/7/2026).

Lanjutnya, akibat keterbatasan anggaran pada tahun ini, program pembangunan jaringan baru difokuskan terlebih dahulu untuk wilayah tersebut. Namun, Perumda Ake Gaale bersama Bappelitbangda telah merancang program lanjutan untuk tahun depan di wilayah Tanah Tinggi Barat. Di kawasan tersebut, pemerintah akan mengupayakan pengadaan satu unit pompa baru yang diharapkan dapat mengurai kendala sistem giliran air mulai dari Tanah Tinggi Barat hingga Maliaro.

Sementara itu, untuk pelayanan di wilayah Ternate Selatan katanya, pasokan air tidak hanya bersumber dari air permukaan tetapi juga memanfaatkan sumber air bawah tanah. Sumber air utama di wilayah selatan ini berasal dari Danau Ngade. Selain Danau Ngade, pasokan air di Ternate Selatan juga ditopang oleh beberapa sumur produksi yang tersebar di sejumlah titik, seperti di Ubo – Ubo, Jan, Fitu hingga Kalumata.

Meskipun Danau Ngade masih beroperasi aktif sebagai sumber air baku untuk wilayah Ternate Selatan hingga saat ini, Firman menjelaskan bahwa intensitas eksplorasinya mulai dikurangi. Pengurangan volume pengambilan air ini sengaja dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan di sekitar danau.(nty)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *