Atasi Titik Api Dalam Tanah, Tim Gabungan Karhutla bakal Gunakan Metode Penyemprotan Busa

  • Whatsapp

TERNATE, HR – Tim Posko Tanggap Darurat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kota Ternate menggelar rapat evaluasi terkait penanganan kebakaran yang terjadi di Kelurahan Takome dan Sulamadaha. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Rizal Marsaoly ini dihadiri oleh tim gabungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis Pemkot, TNI, Polri, Basarnas, serta instansi terkait lainnya.

Berdasarkan paparan dari Ketua Posko Tanggap Darurat, Rizal Marsaoly mengatakan penanganan Karhutla yang berlangsung sejak 3 Oktober hingga 12 Oktober 2026 ini telah membuahkan hasil signifikan. Saat ini, sekitar 70% dari area terdampak kebakaran telah berhasil dikendalikan.

“Kurang lebih 70% area terbakar sudah bisa dikendalikan. Sisa 30% area yang masih mengeluarkan asap tebal serta memiliki titik-titik api akan terus kita upayakan pemadamannya dalam sisa masa tanggap darurat ini,” ujar Ketua Posko Tanggap Darurat kepada sejumlah wartawan usai rapat gabungan di Aula Bappelitbangda, Senin (12/10/2026).

Dikatakannya, untuk mengoptimalkan pemadaman pada titik-titik yang sulit dijangkau, tim gabungan berencana menambah metode dan skema pemadaman baru.

“Jika sebelumnya tim fokus pada penguraian serta pengurukan tanah menggunakan alat berat yang dibantu penyemprotan air bertekanan tinggi dari armada Water Cannon milik Brimob dan Polres Ternate, kini tim akan menerapkan metode penyemprotan busa (detergent foam) dari Dinas Pemadam Kebakaran,” ujarnya.

Metode ini kata Rizal, akan memanfaatkan jaringan pipa yang dimasukkan langsung ke sumber titik asap hingga kedalaman 5 sampai 10 meter di bawah permukaan tanah. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemadaman titik api dalam tanah yang masih berpotensi menimbulkan asap tebal.(nty)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *