Bank Indonesia Siapkan Rp3,7 Triliun Uang Layak Edar untuk Ramadan dan Idul Fitri 2026

  • Whatsapp

TERNATE, HR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,7 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya Rp3,3 triliun.

Dimana, layanan tersebut dikemas dalam program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang secara nasional dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, bersama para pimpinan perbankan dan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai Indonesia di Bank Indonesia, Jakarta, 13 Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam rangkaian SERAMBI 2026 yang berlangsung hingga 15 Maret 2026, Bank Indonesia telah menyiapkan uang tunai dengan kondisi layak edar sebesar Rp185,6 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang perbankan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara, Handi Susila dalam siaran persnya, Senin, (16/2/2026) mengatakan, untuk Provinsi Maluku Utara, kebutuhan uang Rupiah pada tahun 2026 diprakirakan mencapai Rp3,7 triliun, meningkat sekitar 12% dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar Rp3,3 triliun. Sementara itu, kebutuhan uang Rupiah pada periode Ramadhan dan Idulfitri (RAFI) 2026 diprakirakan meningkat 25% menjadi sekitar Rp933 miliar, dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar Rp746 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran baik antara kecamatan, kabupaten/kota, maupun antar provinsi.
Kata dia, untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat serta memastikan layanan penukaran yang lebih adil dan merata, pemesanan penukaran uang dilakukan melalui Aplikasi PINTAR https://pintar.bi.qo.id.

Pembukaan kuota penukaran akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama mulai 14 Februari 2026 pukul 10.00 WIT, dan tahap kedua mulai 27 Februari 2026 pukul 10.00 WIT.
Menurutnya, di wilayah Maluku Utara, penukaran tersedia di 70 titik layanan melalui berbagai kanal antara lain kas keliling (retail), kantor bank umum, layanan terpadu dan layanan tematik. Pada layanan ritel, tahap pertama akan dilaksanakan pada 20 Februari 2026 di delapan bank di Kota Ternate.

Tahap kedua akan dilaksanakan pada 10 Maret 2026 di delapan bank di Ternate, enam bank di Labuha, enam bank di Tobelo, dan empat bank di Weda. Selain itu, layanan penukaran ritel juga tersedia di Lapangan Perikanan Bastiong Ternate.

Layanan penukaran terpadu di lokasi strategis pada pusat aktivitas masyarakat, akan dilaksanakan pada tanggal 3 – 6 Maret 2026 bertempat di Dhuafa Center Kota Ternate. Sementara itu, layanan tematik berupa kas keliling Jelajah Pulau ke Tidore dan Sofifi pada tanggal 9-12 Maret 2026.

Katanya, seluruh layanan penukaran tersebut akan menggunakan Aplikasi PINTAR https://pintar.bi.qo.id (kecuali di penukaran kas keliling Jelajah Pulau). Masyarakat diwajibkan membawa KTP dan bukti pemesanan dari Aplikasi PINTAR saat melakukan transaksi penukaran. Penggunaan Aplikasi PINTAR bertujuan untuk mengurangi antrean fisik, mencegah penyalahgunaan layanan. meningkatkan efisiensi dan kecepatan pelayanan, serta memastikan distribusi uang Rupiah yang lebih merata.

“Adapun paket penukaran SERAMBI adalah sebesar Rp5.300.000 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, terdiri dari 50 lembar pecahan Rp50.000, 50 lembar pecahan Rp20.000, 100 lembar pecahan Rp10.000, 100 lembar pecahan Rp10.000, 100 lembar pecahan Rp5.000, 100 lembar pecahan Rp2.000, dan 100 lembar pecahan Rp1.000,” ucapnya.

Melalui momentum SERAMBI 2026, Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk selalu cermat mengenali ciri keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawat Rupiah dengan prinsip 5J, yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi.

Selain itu, di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama periode Ramadhan dan Idulfitri ini, Bank Indonesia juga mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal melalui mobile banking, internet banking, BI-FAST dan QRIS.

Sinergi penyediaan uang tunai yang memadai, dan akselerasi pembayaran digital, serta peran aktif masyarakat dalam bertransaksi secara bijak diharapkan dapat mendukung kelancaran sistem pembayaran selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026.(nty)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *