TERNATE,HR — Kemeriahan pawai budaya dan karnaval yang menampilkan ragam adat serta tradisi nusantara menjadi penutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII di Kota Ternate, Sabtu (29/8/2026) di Depan Kedaton Kesultanan Ternate. Ribuan warga antusias menyaksikan parade yang dimulai dari Benteng Oranje dan berakhir di depan Kadaton Kesultanan Ternate.
Parade kebudayaan ini diikuti oleh puluhan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia serta delegasi mancanegara. Di antaranya yaitu Kota Ternate selaku tuan rumah, Bandung, Yogyakarta, Baubau, Ambon, Bogor, Banjarmasin, Singkawang, Semarang, Banda Aceh, Palembang, Tidore, Pekalongan, Kabupaten Buton Selatan, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, hingga perwakilan Perbankan Maluku Utara.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengutarakan rasa haru sekaligus bangganya atas suksesnya gelaran tahunan ini. Menurutnya, rangkaian acara JKPI ke-12 bukan sekadar perayaan penutup, melainkan ajang memperkuat persaudaraan antar daerah.
“Pusaka bukan sekadar sesuatu yang kita simpan dan kita lindungi, pusaka adalah sesuatu yang kita hidupkan. Hari ini kita melihatnya hidup di jalan-jalan Kota Ternate lewat tarian, musik, busana tradisional, dan kreativitas masyarakat,” ujar Tauhid.
Ia menegaskan bahwa berakhirnya acara tidak boleh memutus semangat pelestarian warisan budaya. Pada kesempatan tersebut, Tauhid menyerahkan pataka penyerahan tuan rumah secara simbolis kepada Ketua TP PKK Kota Bandung Aryatri Farhan yang ditunjuk menggelar Rakernas JKPI XIII pada tahun 2027.
“Kepada Pemerintah Kota Bandung, Kang Farhan, kami titip semangat yang telah kita bangun bersama. Bawa semangat itu ke Bandung, kembangkan, perkuat, dan jadikan Rakernas JKPI ke-13 tahun 2027 sebagai ruang memperkuat komitmen menjaga identitas kota,” tambahnya.
Menanggapi kepercayaan tersebut, Wali Kota Bandung, M. Farhan, menyampaikan apresiasi atas keramahan dan keberhasilan Kota Ternate. Ia menekankan bahwa pelestarian pusaka merupakan perjalanan menembus waktu yang harus dijaga relevansinya bagi generasi mendatang.
“Identitas, sejarah, dan karakter adalah tiga kata kunci dalam semangat JKPI. Menjadi sebuah kehormatan bagi Kota Bandung di Jawa Barat untuk menjadi tuan rumah Rakernas JKPI di tahun 2027,” kata Farhan.
Farhan mengundang seluruh delegasi untuk hadir di Bandung, kota yang kaya akan nilai sejarah perjuangan seperti kawasan Asia Afrika, Gedung Sate, Balai Kota, hingga Pendopo bersejarah serta tempat lahirnya semangat solidaritas dunia Konferensi Asia-Afrika.
Direktur Eksekutif JKPI, Nanang Asfarinal, turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia dan warga Ternate. Ia menggarisbawahi bahwa karnaval budaya dirancang bukan hanya untuk para peserta delegasi, melainkan sebagai pesta rakyat.
“Acara karnaval budaya ini tentunya bukan hanya dirayakan oleh JKPI, tetapi juga untuk seluruh lapisan masyarakat. Mari kita bersama-sama menyambut gelaran penuh kesan berikutnya di Kota Bandung pada tahun 2027,” tuturnya.
Puncak perayaan budaya ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Ternate, pimpinan instansi vertikal, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Ternate, para tamu undangan, serta masyarakat umum yang memadati sepanjang rute karnaval.(nty)






















