Pimpin MPLS di SMPN 6, Wali Kota Ternate Tegaskan Tidak Ada Lagi Sekolah Favorit

  • Whatsapp

TERNATE,HR – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, memimpin langsung upacara pembukaan sekaligus memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 6 Kota Ternate pada Senin (13/7/2026). Kegiatan yang menandai awal tahun ajaran baru ini diikuti oleh 337 siswa baru dan dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga Jumat, 17 Juli 2026.

Agenda pembukaan ini turut dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ridwan Ali, Penanggung Jawab Pendidikan Karakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Catur Budi Santoso, serta jajaran guru dan staf SMP Negeri 6 Ternate.

Dalam arahannya, Tauhid Soleman menekankan bahwa MPLS memiliki peran krusial sebagai tahapan awal bagi siswa setelah melewati Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memeratakan kualitas pendidikan, sehingga tidak ada lagi dikotomi atau anggapan tentang sekolah favorit dan nonfavorit di Kota Ternate.

“Kehadiran kami turut memberikan motivasi sekaligus menunjukkan bahwa sekolah pilihan di Ternate sangat banyak, sesuai jalur yang tersedia baik jalur prestasi, domisili, maupun afirmasi. Penerapan SPMB tahun ini juga mengalami perbaikan yang signifikan sehingga berbagai keluhan masyarakat dapat diminimalisasi oleh Dinas Pendidikan,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Tauhid menyatakan Pemerintah Kota Ternate akan terus meningkatkan sarana dan fasilitas pendukung di SMP Negeri 6 Ternate. Upaya peningkatan mutu ini pun mendapat perhatian positif dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang turun langsung meninjau jalannya MPLS.

Di lokasi yang sama, Kepala SMP Negeri 6 Ternate, Astuti Djumati, menjelaskan bahwa proses penerimaan murid baru tahun pelajaran 2026/2027 sukses memadukan sistem daring dan luring. Untuk tahun ini, pihak sekolah memperoleh alokasi tujuh rombongan belajar (rombel) dari Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Pendidikan.

“Jumlah siswa baru yang diterima sebanyak 337 orang. Selama MPLS, mereka dibagi ke dalam 10 gugus dengan masing-masing gugus berisi sekitar 34 siswa. Setelah MPLS selesai, para siswa baru akan didistribusikan ke kelas masing-masing,” jelas Astuti.

Ia menambahkan, selama lima hari ke depan, para siswa baru akan mengikuti serangkaian kegiatan edukatif. Mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, program pembiasaan Anak Indonesia Hebat, sosialisasi pemilahan sampah, hingga penguatan pendidikan karakter sebagai bekal utama mereka menempuh jenjang pendidikan SMP.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *