Rektor Unkhair Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

  • Whatsapp

TERNATE,HR– Di tengah tantangan menjaga persatuan bangsa, Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, mengajak seluruh sivitas akademika kembali meneguhkan nilai-nilai Pancasila.

Pesan itu disampaikan Prof. Abdullah saat bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Pelataran Gedung Rektorat Kampus II Unkhair, Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kamis (1/10/2026).

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. ”

Upacara dimulai pukul 07.30 WIT, diikuti pimpinan universitas, Wakil Rektor I Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, Wakil Rektor III Hi. Jamal Hi. Arsyad, S.H., M.H, Ketua Senat Unkhair Prof. Johan Fahri, S.E., M.P.M., Ph.D, para dekan, dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta tenaga outsourcing.

Rangkaian upacara diawali laporan Komandan Upacara oleh Sahril Ade kepada inspektur upacara, dilanjutkan dengan penghormatan kebesaran.

Prof. Abdullah, kemudian memimpin mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selanjutnya, Prof. Abdullah membacakan Teks Pancasila. Pembukaan UUD 1945 dibacakan Harianti Rajab, S.E, sedangkan naskah ikrar Hari Kesaktian Pancasila dibacakan oleh Rektor.

Naskah ikrar tersebut ditegaskan tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam memperkokoh persatuan serta keutuhan NKRI.

Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Swaidin Aswan, S.H.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila memiliki kaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965 yang menewaskan enam jenderal dan seorang perwira TNI AD.

Melalui momentum itu, sivitas akademika Unkhair kembali diingatkan bahwa Pancasila bukan hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi landasan dalam menjaga persatuan dan kehidupan berbangsa.

Naskah ikrar dibacakan Prof. Abdullah, menyebutkan sejak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, berbagai rongrongan, baik dari dalam maupun luar negeri, telah terjadi terhadap NKRI.

Rongrongan itu, kata Prof. Abdullah, dimungkinkan oleh kelengahan dan kekurangwaspadaan terhadap berbagai kegiatan, yang berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara.

Prof. Abdullah, menegaskan bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur Pancasila, bangsa Indonesia dapat memperkokoh tegaknya NKRI.

“Di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI,” tutur Prof. Abdullah saat membacakan naskah ikrar Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *