TERNATE,HR — Warga Kelurahan Tanah Tinggi Barat, khususnya di wilayah RT 03 dan RT 04, mendatangi Kantor Perumda Air Minum Ake Gaale Ternate. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas terhentinya pasokan air bersih dari PDAM yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Ketua RW 02 Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Fahrudin Upara, mengungkapkan bahwa kelumpuhan total aliran air ini memaksa warga merogoh kocek lebih dalam demi memenuhi kebutuhan mendasar harian. Bagi warga yang memiliki kemampuan finansial, membeli air tangki profil menjadi satu-satunya solusi darurat.
“Air tidak jalan sama sekali sudah tiga sampai lima hari. Warga yang mampu terpaksa membeli air tangki seharga Rp90.000. Itu pun hanya bertahan satu hingga dua hari, terlebih bagi keluarga dengan jumlah anggota yang banyak,” ujar Fahrudin pada Senin (3/8).
Ia menambahkan, kondisi ini berbanding terbalik dengan wilayah tetangga seperti RT 05 dan RT 06, di mana pasokan air PDAM justru masih mengalir saban hari. Padahal, aliran air di RT 03 dan RT 04 sebelumnya terbilang lancar, sebelum akhirnya kembali bermasalah dalam beberapa bulan terakhir.
Selain penghentian total, warga juga menyoroti jadwal distribusi air PDAM yang dinilai sangat minim dan tidak efektif. Biasanya air hanya mengalir singkat pada dini hari, mulai pukul 01.00 atau 02.00 WIT, lalu mendadak mati pada pukul 05.00 WIT.
Oleh karena itu, warga mendesak Perumda Air Minum Ake Gaale untuk segera mengevaluasi dan memperpanjang durasi pengaliran air hingga pagi hari agar kebutuhan seluruh masyarakat dapat terpenuhi.
Warga menegaskan akan kembali mendatangi kantor PDAM dengan jumlah massa yang lebih besar jika aliran air di wilayah mereka tidak kunjung normal kembali hari ini.(nty)






















