TIDORE, HR – Yusril Ihza Mahendra keluar sebagai juara umum open dan Rizki Fajar Husen keluar sebagai juara umum lokal Maluku Utara pada Wali Kota Tidore Cup Race I tahun 2026, yang berlangsung di Sirkuit Selawering, Kelurahan Rum, Minggu (10/5/2026).
Wali Kota Tidore Cup Race I Tahun 2026 ini ditutup secara resmi oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, dan disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Sumiyati Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ade Kama.
Mengawali sambutannya, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengatakan, Event ini bukan sekadar ajang adu kecepatan, namun lebih dari itu, karena ini adalah ruang silaturahmi, hiburan rakyat, wadah lahirnya atlet-atlet muda berbakat, sekaligus momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat karena kehadiran event seperti ini membawa energi positif bagi Kota Tidore Kepulauan.
“Saya melihat semangat luar biasa dari generasi muda otomotif kita hari ini, Semangat ini harus terus dijaga dan diarahkan ke hal-hal positif karena Balap boleh kencang, tapi keselamatan tetap nomor satu. Jadilah pembalap yang bukan hanya cepat di lintasan, tetapi juga menjadi contoh baik di tengah masyarakat,” kata Muhammad Sinen.
Tak lupa, Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga berharap Kepada seluruh masyarakat dan pecinta otomotif bahwa Sirkuit Selawaring Rum, Tidore dapat terus berkembang menjadi salah satu pusat olahraga otomotif terbaik di Maluku Utara, karena Pemerintah daerah tentu akan terus memberikan dukungan demi kemajuan fasilitas dan penyelenggaraan event-event otomotif yang lebih besar di masa mendatang.
“Kepada seluruh peserta dari luar daerah, terima kasih sudah datang dan meramaikan Kota Tidore Kepulauan, semoga pulang membawa kesan yang baik, persaudaraan yang kuat, dan kembali lagi di event-event berikutnya.
Di hadapan para pembalap dari luar daerah, orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama berada di Tidore masih ada pelayanan maupun fasilitas yang belum maksimal, dengan harapan para peserta membawa pulang kesan baik tentang Tidore Kepulauan.
“Tidore memiliki sejarah besar dalam perjalanan bangsa Indonesia dan tetap berkomitmen menjaga lingkungan, sehingga Tidore memang tidak memiliki tambang seperti daerah lain di Maluku Utara. Tapi sirkuit ini adalah salah satu bukti nyata tambang Kota Tidore Kepulauan, tambang yang tidak merusak lingkungan,” tegasnya.(***)






















