Wakapolda Pimpin Tim Identifikasi Polda Maluku Utara Lakukan Identifikasi Korban Erupsi Gunung Dukono Asal Singapura

  • Whatsapp

TOBELO, HR – Demi memastikan keakuratan dan kejelasan identitas korban yang meninggal akibat letusan Gunung Dukono, Tim Identifikasi Korban meninggal Erupsi Gunung Dukono, Disaster Victim Identification (DVI) dari Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara telah turun ke lapangan guna melaksanakan serangkaian pemeriksaan dan identifikasi, Minggu (10/05/ 2026).

Tim DVI Polda Maluku Utara dipimpin langsung oleh Wakapolda, Brigjen Pol Stephen M. Napiun.

Langkah ini diambil untuk melengkapi data sekaligus memastikan kebenaran identitas sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., mengatakan bahwa tim khusus yang terdiri dari dokter kepolisian, ahli kedokteran forensik, serta petugas penyidik sudah dikerahkan ke Halmahera Utara.

 “Polda Malut menurunkan tim DVI yang memiliki keahlian khusus guna melakukan pemeriksaan secara teliti, lengkap dan cermat. Hal ini sangat penting mengingat kondisi jenazah yang sebagian mengalami perubahan akibat terhantam material panas dan abu vulkanik, sehingga memerlukan cara identifikasi yang lebih mendalam,” ujar Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, Minggu (10/05/2026).

Kapolres Halmahera Utara menjelaskan bahwa proses identifikasi yang dilakukan meliputi pemeriksaan ciri fisik khusus, pencocokan barang-barang milik yang ditemukan di lokasi kejadian, pemeriksaan kedokteran forensik, ” Jika diperlukan akan dilakukan pengambilan sampel untuk uji DNA guna menjamin keakuratan hasilnya.” katanya.

Seperti dikatahui, Tim SAR gabungan terdiri dari dari unsur, TNI, Polri, Basarnas, BPBD Halmahera Utara serta masyarakat setenpat, sekira pukul 11.55 WIT akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi dua korban yang sebelumnya masih dinyatakan hilang di kawasan puncak Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara.Minggu, (10/5/2026). Setelah dilakukan operasi pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono selama ketiga.

Kedua korban diketahui merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura dan ditemukan tidak jauh dari lokasi ditemukannya korban Engel Krishela Pradita, warga negara Indonesia (WNI), pada proses pencarian sehari sebelumnya, Sabtu kemarin (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *