TOBELO,HR – Panglima Komando Daerah Militer XVI Pattimura, TNI Dody Triwinarto turun langsung ke lokasi bencana dan memimpin secara langsung seluruh rangkaian operasi pencarian, pertolongan, serta evakuasi korban letusan Gunung Dukono yang masih berlangsung hingga Minggu (10/05/2026).
Kehadiran langsung pemimpin tertinggi militer di wilayah ini semakin memperkuat dan mempercepat penanganan bencana yang menelan korban jiwa maupun luka-luka tersebut.
Tampak mendampungi Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han, Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E, Asops Kasdam XV/Pattimura Kolonel Inf Nuryanto, S.A.P, Kasi Intel Kasrem 152/Baabullah Kolonel Inf Hendrasari Nurhono, S.I.P., M.I.P, Kasiops Kasrem 152/Baabullah Kolonel Inf Hastiar Hatta, S.I.P, Bupati Halmahera Utara Drs. Piet Hein Babua, M.Si, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Alex Donald M.L Gaol, S.E., M.M,Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K, Kepala Basarnas Provinsi Maluku Utara Iwan Ramdani, S.E., M.M.
Pangdam Pattimura menekankan bahwa keselamatan para korban serta keberhasilan evakuasi menjadi prioritas mutlak yang harus dijalankan dengan sigap, cermat dan tidak mengenal lelah meskipun medan yang dilalui sangat sulit serta kondisi gunung yang masih berstatus waspada.
“Hari ini kita menambah personil 1 SSK dari TNI agar lebih cepat, tentunya leboh banyak personil lebih memudahkan, tadi sudah diatur rencana operasi, dan perintah operasi yang sudah diatur pembagian, ” tegas Mayjen TNI Dody Triwinarto. Minggu (10/05/2026).
Pangdam Pattimura mengatakan target operasi hari ini adalah dua orang korban yang sudah diketahui titik kordinat, “Harapan kita, sebelum matahari terbenam dua orang korban ini sudah dievakuasi, ” Katanya.
Pangdam juga mengaskan tantangan pencarian tiga hari sebelumnya menjadi pelajaran dan tentunya teknis dan strategis yang dilakukan sudah lebih efektif,
” Yang terpenting dalam pelaksanaan ini faktor keamanan, terutama tim SAR dan masyarakat, kita berharap data-data hari pertama dan kedua, rekan-rekan dilapangan cermat membaca situasi, ” ujarnya.
Selain itu, Pangdam Pattimura juga memerintahkan agar seluruh pasukan yang bertugas tetap siaga penuh, memperketat penjagaan di kawasan terlarang. Ia menambahkan bahwa Kodam Pattimura akan terus mendukung sepenuhnya seluruh kebutuhan yang diperlukan hingga seluruh operasi dinyatakan selesai dan keadaan kembali aman serta tertib (*).






















