Antisipasi Banjir, Pemdes Baleha Sewa Alat Berat Milik Hendrata Thes

  • Whatsapp
Kepala Desa (Kades) Baleha, Arifin Ahmad

SANANA,HR—-Diguyur hujan deras selama beberapa hari, pada akhir pekan ini, kali Baleha, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, meluap deras hingga mengakibatkan puluhan rumah warga teredam banjir bercampur lumpur.

Informasi yang dikantongi media ini, Pemerintah Desa Baleha menyewa alat berat, milik mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Hendrata Thes, untuk menormalisasi kali, yang merupakan tindakan antisipasi sasaran air sehingga tidak lagi terjadinya banjir yang meluap ke pemukiman warga.

Kepala Desa (Kades) Baleha, Arifin Ahmad, saat di temui sejumlah media, Senin (27/06/2022) kemarin, mengakui bahwa Pemerintah Desa mengambil kebijakan untuk menyewa alat berat agar membuka jalur air, sehingga air tidak lagi menerobos dan mematahkan tanggul yang mengakibatkan banjir susulan.

“Alat berat dalam hal ini Eksavator, kami Sewa di pihak Swasta dengan nilai Rp.11.400.000, termasuk BBM yang kita beli ini seharga Rp. 4.200.000 jadi jumlah secara keseluruhan itu Rp.15.600.000,” ungkap Arifin.

Kades juga menyebutkan, rumah yang rusak parah itu hanya satu, sementara 14 rumah lainnya juga tergenang air, sekaligus saluran pembuangan air (leger) di samping jembatan kali Baleha itu patah.

“Kurang lebih satu minggu yang lalu, saya sudah pernah berkoordinasi dengan pihak pemerintah Daerah, langkah awal pada saat terjadi banjir, besoknya baru Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tiba, sementara saya rapat bersama aparat pemerintahan desa dan membahas tentang antisipasi banjir ini,” katanya.

Kata dia, tiba-tiba BPBD masuk dan meraka koordinasi dengan pihaknya untuk segera membuat surat permohonan lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan berlanjut kepada Ibu Bupati.

“Pada saat awal terjadi banjir itu, mengakibatkan talud penahan banjir patah berkisar 30 meter, dan empat rumah yang tergenang air. Tiba-tiba dari pihak dinas Sosial datang dan memberikan bantuan beras 10kg dan Supermi (Mi Instan) kepada setiap rumah yang tergenang air, serta alat masak lainnya,”terang Arifin.

Kemudian, kata Kepala Desa, Pemerintah Daerah meberikan 10 kg beras pada malam itu, kalau dikonsumsi tidak sampai 15-20 hari.

“Maksud kami adalah, bantuan yang diberikan pemerintah daerah itu buat talud sehingga banjir tidak masuk lagi bukan bantuan Supermi dan beras,”cetusnya.(bud)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.