TERNATE,HR—Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun (Unkhair), Prof. Dr. Sundari, S.Pd., M.Pd, mengikuti Seminar on Green Energy for Indonesia di Cina pada 10–23 Oktober 2026.
Forum internasional ini menjadi momentum memperkuat kerja sama riset energi terbarukan dan mendukung ketahanan energi nasional.
Seminar yang diselenggarakan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok melalui Ministry of Agriculture and Rural Affairs (MARA) itu difasilitasi Biogas Institute of Ministry of Agriculture and Rural Affairs (BIOMA). Kegiatan berlangsung di Chengdu dan Kunming, Provinsi Yunnan, China.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI melibatkan akademisi dari 10 perguruan tinggi negeri (PTN), termasuk Unkhair, dalam delegasi yang mempelajari pengembangan energi bersih dan berkelanjutan. Langkah ini memperluas ruang kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung transisi energi.
Dalam forum tersebut, Prof. Sundari ditunjuk sebagai delegasi Kementerian ESDM sekaligus perwakilan akademisi. Keikutsertaannya diharapkan membuka peluang kerja sama internasional, memperkuat kapasitas riset, serta mendorong pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berbasis energi hijau.
Agenda seminar tidak sebatas pemaparan materi. Para delegasi juga melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (solar photovoltaic), proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste-to-energy), serta Proyek Konservasi Air Dujiangyan.
Melalui kunjungan itu, delegasi berkesempatan mengamati penerapan teknologi secara langsung, mendalami praktik pengembangan energi bersih, serta menjajaki kemitraan teknis melalui skema kerja sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation) dan kerja sama trilateral.
Pembahasan seminar mencakup kebijakan Dual Carbon Tiongkok, yakni pengendalian puncak emisi karbon (carbon peaking) dan pencapaian netralitas karbon (carbon neutrality).
Delegasi juga mempelajari beragam teknologi energi terbarukan, mulai dari biogas, bioetanol, biodiesel, energi surya, panas bumi, tenaga air, turbin angin, energi laut hingga rantai pasok industri hidrogen.
Bagi Unkhair, keikutsertaan ini menjadi peluang untuk mengembangkan jejaring kemitraan sekaligus memperkuat arah penelitian yang relevan dengan kebutuhan transisi energi.
Hasil seminar akan ditindaklanjuti melalui penguatan peta jalan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berbasis energi terbarukan dan energi bersih guna mendukung target Net Zero Emission (NZE).
Langkah tersebut sejalan dengan visi Rektor Unkhair dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029. Penguatan kolaborasi juga diarahkan untuk mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) 5 tentang kemitraan dan hilirisasi serta IKU 7 mengenai kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs).
Dukungan tersebut terutama menyasar SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim.






















