TERNATE,HR—Universitas Khairun (Unkhair) mendorong pengembangan rempah, hasil laut, dan pangan tradisional Maluku Utara jadi produk inovatif bernilai ekonomi tinggi.
Upaya itu mengemuka pada Seminar Hari Pangan Sedunia yang dirangkaikan dengan peringatan satu dekade Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Ternate di Aula Nuku, Kampus II Unkhair, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan diinisiasi PATPI Cabang Ternate bersama Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Pertanian (Faperta) Unkhair, ini mengangkat tema inovasi pangan berbasis sumber daya lokal.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, mengatakan kekayaan pangan lokal perlu didukung penelitian dan inovasi agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha.
Menurut Dr. Hasan Hamid, pengembangan pangan tidak selalu membutuhkan teknologi rumit. Variasi produk, penyajian, dan kemasan yang menarik dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pasar.
Ia mencontohkan sagu dan singkong yang berpotensi diolah menjadi produk pangan modern dengan ciri khas daerah.
“Kita harus berpikir berbeda untuk melihat peluang-peluang seperti ini, termasuk dari ide-ide mahasiswa,” ujarnya.
Hasan juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa sebagai anggota muda PATPI. Partisipasi generasi muda diharapkan melahirkan inovasi pangan yang kreatif dan sesuai kebutuhan pasar.
Sementara, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, S.E., M.M., menilai rempah dan gastronomi atau budaya kuliner dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus pariwisata daerah.
Pembicara kunci, Rizal menegaskan identitas Ternate sebagai Kota Rempah tidak cukup dibangun melalui slogan dan kegiatan seremonial. Diperlukan ekosistem yang menghubungkan petani, pelaku usaha, pengembangan kuliner, dan inovasi produk lokal.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kekuatan kita ada pada kolaborasi dan sinergi,” katanya.
Rizal juga mendorong perguruan tinggi meneliti penyebab kematian tanaman cengkeh berusia puluhan tahun. Hasil penelitian diharapkan membantu petani mengantisipasi risiko kerugian dan menjaga keberlanjutan pendapatan.
Ketua PATPI Cabang Ternate, Dr. Hasbullah, S.TP., M.Sc, mengatakan seminar pangan telah menjadi agenda rutin sejak organisasi tersebut berdiri pada 11 Oktober 2016.
Selama satu dekade, PATPI menggelar seminar, lokakarya, dan diskusi ilmiah untuk mendorong pengembangan teknologi pangan sesuai potensi daerah. Ia berharap kegiatan tersebut memperkuat kolaborasi akademisi, pemerintah, mahasiswa, dan pelaku usaha.
Koordinator Prodi THP Unkhair, Dr. Erna Rusliana Saleh, S.TP., M.Si, menambahkan, Hari Pangan Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelaparan, kemiskinan, dan kerawanan pangan.
Ia berharap, riset dosen dan mahasiswa semakin diarahkan pada pemanfaatan sumber daya lokal untuk menjawab persoalan pangan. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga diharapkan mendukung persiapan reakreditasi prodi.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dengan fokus pembahasan berbeda. Dr. Hasbullah mengulas potensi rempah fungsional, sedangkan Guru Besar Fakultas Pertanian dan Perikanan UMMU, Prof. Dr. Ahmad Talib, S.P., M.Si, membahas potensi hasil laut dan perikanan.
Adapun Guru Besar Fakultas Pertanian Unkhair, Prof. Dr. Hamidin Rasulu, S.TP., M.P, memaparkan industri pangan tradisional. Materi lainnya disampaikan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Halmahera Tengah, Hajar Adam, S.TP, mengenai pengembangan pangan dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Fakultas Pertanian Unkhair dan PATPI Cabang Ternate juga memperkuat kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA). (*)






















