TERNATE,HR— Perisai tradisional khas Maluku, Salawaku, kembali dihidupkan sebagai simbol ketangguhan ekonomi daerah. Di tengah dinamika ketidakpastian global, UMKM terbukti menjadi penopang utama yang menjaga roda perekonomian masyarakat Maluku Utara tetap berputar. Semangat inilah yang diangkat oleh Bank Indonesia (BI) dalam penyelenggaraan Festival Salawaku 2026 yang dipusatkan di situs bersejarah Benteng Oranje, Ternate, Jumat (6/11/2026).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Handi Susila dalam sambutannya mengatakan Festival Salawaku tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua yang dikemas tidak hanya sebagai perayaan festival UMKM, tetapi juga sebagai upaya mengangkat kembali identitas, sejarah, dan kebanggaan daerah.
Dikatakannya, sebagai tulang punggung perekonomian, posisi UMKM di Maluku Utara sangat vital dalam menjaga stabilitas sosio-ekonomi. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM, terdapat sekitar 194 ribu unit usaha UMKM yang menyerap hingga 584 ribu tenaga kerja.
Struktur sektoralnya masih didominasi oleh sektor pertanian dan perikanan, disusul oleh sektor jasa dan perdagangan. Maluku Utara kaya akan komoditas hulu bernilai ekonomi tinggi, seperti perikanan tangkap (tuna, cakalang, tongkol), perikanan budidaya, rumput laut, rempah legendaris (pala dan cengkeh), hingga kelapa/kopra. Pesatnya pertumbuhan industri pertambangan dan smelter di Halmahera Tengah (Halteng) dan Halmahera Selatan (Halsel) juga membuka peluang captive market yang potensial bagi rantai pasok pangan hingga jasa logistik.
Namun, tantangan struktural masih menjadi pekerjaan rumah bersama yakni skala usaha, sekitar 95% UMKM masih berada pada skala mikro dengan produktivitas yang perlu dikembangkan. Pembiayaan, pangsa kredit UMKM di Maluku Utara baru mencapai 12,17% per September 2026, masih di bawah target nasional 30%. BI terus mendorong akselerasi ini melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan optimalisasi Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM).
Kemudian, operasional, tingginya biaya distribusi antarpulau, minimnya cold storage, kerentanan pasokan akibat cuaca, serta terbatasnya kapasitas SDM, teknologi pengemasan, dan sertifikasi (Halal, P-IRT, BPOM).
Lanjutnya, dalam mendorong pengembangan UMKM agar naik kelas dan berdaya saing, Bank Indonesia menerapkan kerangka kerja yang bertumpu pada tiga pilar utama yaitu korporatisasi, penguatan kelompok usaha dan kelembagaan agar memiliki skala ekonomi yang lebih besar. Kapasitas, peningkatan kualitas manajemen usaha, kualitas produk, pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan teknologi digital. Dan pembiayaan, perluasan akses permodalan lewat sinergi perbankan dan business matching.
Menurutnya, Puncak Festival Salawaku diawali dengan rangkaian program Road to Salawaku, yang mencakup pelatihan hilirisasi olahan perikanan, kewirausahaan konveksi, budidaya maggot, capacity building Pokdarwis, pelatihan wastra bagi penenun pemula, program PALITA Pesantren, hingga business matching pembiayaan.
Di lokasi utama Benteng Oranje — berkat dukungan Pemkot Ternate dan Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara — pengunjung disuguhkan dengan showcasing UMKM, kompetisi tari kontemporer, Kie Raha Got Talent, Salawaku Outfit of the Day, Halal Chef Competition (menghadirkan Alsya MCI 13 sebagai juri), hingga Salawaku Barista Competition.
Sinergi nyata ini diharapkan mampu menjadikan UMKM Maluku Utara semakin tangguh, adaptif, mandiri, serta mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus menjaga identitas budaya daerah.(nty)























