TERNATE,HR— Universitas Khairun (Unkhair) mendorong transformasi tata kelola perguruan tinggi melalui integrasi bidang akademik, kemahasiswaan, perencanaan, dan kerja sama.
Langkah itu salah satu fokus pembahasan pada Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Forum Kepala Biro/Direktur Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerja Sama (AKPK) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Politeknik se-Indonesia.
Kegiatan berlangsung pada 5–7 November 2026 di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta itu diikuti perwakilan 77 PTN dari seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut, Unkhair diwakili Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama (BAKK), Muhammad Tahir Abd Kadir, S.H. Kehadirannya berdasarkan Surat Tugas Nomor 1660/DST/UN44/PP.16/2026 sebagai tindak lanjut undangan Forum AKPK.
RAKERNAS tahun ini mengangkat tema “Transformasi Tata Kelola PTN: Integrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama untuk Kinerja Kampus Berdampak”.
Forum itu mewadahi para pimpinan biro dan direktorat bidang AKPK untuk menyelaraskan kebijakan sekaligus merumuskan model tata kelola perguruan tinggi yang terintegrasi.
Pada hari pertama, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T, menyampaikan materi bertajuk “PTN sebagai Orkestrator Inovasi Berdampak dalam Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi”.
Paparannya, ia menegaskan bahwa tata kelola yang efektif, akuntabel, dan adaptif menjadi faktor penting dalam mewujudkan kampus berdampak.
Menurutnya, bidang akademik, kemahasiswaan, perencanaan, dan kerja sama harus bergerak secara terpadu. Dengan demikian, proses pembelajaran semakin bermutu dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sesi berikutnya menghadirkan Ketua Tim Kerja Pengelolaan Data dan Informasi Pusdatin, Ir. Franova Herdiyanto, S.Kom., M.T.I, yang membahas peran Satu Data dalam mendukung perancangan dan pengambilan kebijakan.
Peserta juga mendiskusikan draf kebijakan serta menguji model orkestrasi PTN bersama pemerintah daerah, dunia usaha, UMKM, dan masyarakat. Setiap perguruan tinggi kemudian menyusun rencana tindak lanjut untuk diterapkan di institusi masing-masing.
Kepala BAKK Unkhair, Muhammad Tahir Abd Kadir, mengatakan hasil RAKERNAS memberikan arah strategis bagi penguatan tata kelola Unkhair ke depan.
“RAKERNAS ini memberi arah yang jelas bagi Unkhair. Arahan kementerian menegaskan bahwa bidang akademik, kemahasiswaan, perencanaan, dan kerja sama tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Keempatnya harus terintegrasi agar tridharma yang kita jalankan benar-benar berdampak,” ujar Muhammad Tahir di sela kegiatan.
Mantan Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum (BPKU) Unkhair, itu menambahkan, hasil forum akan segera ditindaklanjuti melalui penyelarasan kurikulum, penguatan pembinaan mahasiswa, penerapan perencanaan berbasis data, serta perluasan kemitraan.
“Kami ingin Unkhair, semakin berdampak bagi Maluku Utara, baik melalui lulusan yang kompeten, inovasi yang dimanfaatkan, maupun kerja sama yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Hasil RAKERNAS selanjutnya menjadi acuan Unkhair dalam menyesuaikan kebijakan internal dengan arah kebijakan Kemdiktisaintek.
Penyesuaian itu mencakup penguatan tata kelola yang efektif, akuntabel, dan adaptif. Selain itu, pengembangan pembelajaran yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan kompetensi, termasuk melalui penerapan kredensial mikro.
Penguatan pembinaan mahasiswa juga menjadi perhatian agar mampu melahirkan mahasiswa yang berprestasi, berkarakter, dan berkontribusi.
Di sisi lain, Unkhair akan memperkuat perencanaan dan penganggaran agar selaras dengan prioritas institusi, sekaligus mengembangkan kemitraan yang memberikan manfaat nyata. (red)























